Nggak berasa udah hampir 10 tahun ikutan asuransi. Ga berasa ya, waktu berjalan begitu cepat , dan syukur Alhamdulillah selama ini nggak ada masalah kesehatan yang serius yang mengharuskan saya untuk rawat inap di rumah sakit. Sudah lama disarankan untuk jadi agen asuransi, tapi saya merasa nggak punya kemampuan untuk meyakinkan orang. Karena menjual asuransi itu perlu “tenaga ekstra” dibandingkan dengan mungkin, agen kartu kredit, KTA atau penjualan jasa keuangan perbankan. Kenapa? Karena asuransi itu produknya tidak kasat mata (seperti misalnya KTA misalnya) dan masa tunggunya lama, 10 tahun minimal.
But anyway, biar bukan agen tapi saya masih bisa mendapatkan poin dari program member get member. Lumayan bisa ditukar dengan tiket perjalanan wisata.
Menjual produk asuransi itu ada yang bilang gampang, ada yang bilang berat. Secara umun asuransi dibagi dua, asuransi jiwa dan asuransi general. Menjual asuransi general lebih gampang karena (aneh)nya orang-orang Indonesia ini, jika dengan budget yang terbatas dan disuruh memilih, lebih memilih mengasuransikan mobilnya ketimbang jiwanya.
Asuransi sepengamatan saya yang awam ini sudah lumayan bagus ketimbang dahulu. Masih ingat dahulu kala ikut asuransi itu yah angus kalau ada klaim, atau dibalikin penuh jika dalam 10 tahun tidak ada klaim, sesuai dengan apa yang kita bayarkan.
Sekarang asuransi sudah lebih maju, sadar penduduk Indonesia ini paling ogah rugi, dibuatlah sistem link, yaitu asuransi yang juga merangkap investasi. Mungkin tidak seagresif reksadana hasilnya, tapi dibandingkan bunga bank yang cuma 1 – 3% atau deposito yang maksimal 5%, hasil dari unit link ini ya lebih-lebih la yaa..
Seorang teman saya menutup asuransinya karena “kata teman” sebaiknya asuransi dan investasi tidak dicampur. Lah, salahnya dimana ya? Anggap aja unit link itu bonus, fokusnya asuransi itu kan tetap untuk proteksi kesehatan? Dan tau nggak, sebulan setelah dia tutup itu asuransinya, tiba-tiba dia harus rawat inap di RS. Ironis.
Menurut apa yang saya baca, sebenarnya idealnya kita harus punya tabungan siap siaga dibank untuk masa 3 bulan bertahan hidup, atau 3 bulan gajilah. Setelah itu terpenuhi, hal yang harus anda lakukan pertamakali adalah ambil Asuransi! Baru setelah itu kalau masih ada lebih ambillah reksadana, investasi logam mulia atau apalah. Banyak tabungan jadi nggak berharga kalau anda sakit kan? Justru tabungan, emas, hartabenda dan uang cash yang melayang jika anda sakit untuk membayar biaya pengobatan. Padahal kalau dipikir-pikir, asuransi dengan premi 350.000 itu sama dengan dua kali karaoke, atau 3 kali makan-makan diluar sama teman-teman. Betul ndak?
Tips-tips waktu akan membeli produk asuransi :
1. Pastikan kalau diri kita sudah paham apa itu asuransi
Asuransi ya untuk proteksi. Ngga ada yang jamin kalau kita bakalan sehat terus, pun kalau kita udah kena penyakit mana ada asuransi yang mau nerima kamu? Jadi jaga-jaga jika terjadi apa-apa, cobalah ambil. Apalagi kalau sudah berkeluarga atau punya anak. Memang asuransi tidak menggantikan nyawa, tapi orang yang anda tinggalkan juga perlu santunan kan? THINK.
2. Jangan pernah membeli asuransi karena SUKA dengan agennya
Banyak kasus orang membeli asuransi karena pingin PDKT sama salesnya. Begitu sadar nggak dapat respons, asuransi ditutup. Sadar nggak sih kalau itu merugikan anda dan merugikan agennya juga?
Seorang agen apapun itu, memang dituntut untuk menarik, walau ngga selalu juga sih. Sekarang jika anda dihampiri dua agen asuransi, yang satu model abang-abang, yang satu penampilan rapih dan wangi… Udah deh secara psikologi anda lebih mempercayai agen yang kinclong itu, walau mungkin belum kenal dekat. Tapi sekeren-kerennya agen asuransi kamu, baca lagi ya point nomor satu. Asuransi itu buat proteksi, bukan buat nyari jodoh! *toyor*
3. Jangan pernah menutup asuransi untuk mengambil asuransi lainnya.
Ini klasik. Anda sudah ambil asuransi X tiba–tiba kucuk-kucuk entah pacar, calon pacar, atau saudara yang kebetulan juga kerja jadi agen asuransi, menawarkan asuransi Y. Sebenarnya saran saya sih kalau anda sudah ambil asuransi X ya sudah lanjutkan saja, kecuali masih ada dana dan mau membuka asuransi baru, bolehlah ambil asuransi Y. Kenapa? Ya rugi dong.. kamu udah bayar premi untuk asuransi X, dan dana belum berkembang udah ditutup. Padahal mengambil asuransi Y kamu sudah dihitung usia baru yang pastinya biaya asuransinya lebih mahal. Makanya dari dulu saya tidak pernah menyuruh orang menutup asuransinya untuk membuka asuransi baru, karena hal itu benar-benar tidak etis dan menyesatkan. Tapi yah namanya juga saingan, sikut-sikutan pasti ada, cuma orang goblok aja yang mau menutup asuransi lama guna membuka asuransi baru.
4. Dan sabar.. iya sabar..
Pengembangan dana unit link itu baru berasa ditahun ke-3, lebih kencang ditahun ke-5 dan seterusnya. Kadang pusing dengan pertanyaan, kok nilai investasi gue cuma segini? Ya balik lagi ke poin nomor satu. Tujuan pokoknya untuk proteksi! Nanti setelah 10 tahun silakan ambil nilai tunainya buat apa saja, beli rumah, pendidikan anak, atau buat kawin lagi, terserah.
Baiklah, selamat berasurasi, semoga tips-tips diatas bisa membantu :-P
