Thursday, April 18, 2013

Kicking Henk

Akhirnya saya berani meng-kick si Henk.

Kalau ditelusuri, Henk termasuk temen saya sejak jaman dahulu kala. C’est ne pas de problem sebenarnya kalau bukan karena saya bosan denger seluruh curhatnya yang berisi 99,9% keluhan tentang hidupnya, seolah-olah jadi orang paling malang sedunia-akherat. Hiyuhh..

Sebenarnya ada dua macam curhat didunia ini :

1. Curhat untuk minta pendapat dan mencari solusi
2. Curhat ya sekedar curhat, ga butuh masukan apa-apa.

Nggak ada masalah kalau curhatan si Henk itu masuk kategori dua, tapi masalahnya dia selalu pakai embel2 “menurut lo gimana?” ya ga salah dong kalau gue jawab menurut pandangan gue. Haha..

Selama ini (kalau menurut saya) beliau haya mau mendengar apa yang dia mau dengar. Kalau ada beda pendapat, pasti di sangkal. Kayaknya seluruh dunia harus mengerti posisi dia, sehingga yang lain harus mengalah. Well, trus apa dong solusinya? Kalau sudah tau titik masalahnya, kenapa harus cari penyebabnya?

Selama ini karena alasan sopan santun dan adat ketimuran (huek) saya sih dengerin aja sambil muntah-muntah. Dulu saya bisa dengerin dia berjam-jam. Sekarang, kadang bbm dia cuma saya liat ga dibales, atau malah saya end-chat sebelum dibaca. Capek nggak sih mendengar cerita yang sama diulang-ulang terus kayak kaset rusak, kayaknya setiap hari adaaaa aja masalahnya. Kenapa nggak sesekali cerita mengenai nuklir Korea Utara, gitu.. atau perang Afganistan kek, biar hidup itu ada variasinya.

Terakhir, dia ikut fitness, mau bentuk badan katanya. Suka miris nggak sih kalau ada orang yang berfikiran kalau badan udah bagus semua orang bakal ngerubutin? Emangnya kamu gigolo? Banyak juga yang badan bagus tapi njomblo. Apalagi kalau dikaruniai bentuk wajah yang biasa-biasa aja kayak saya ini, udh ada yang mau aja bersyukur banget, haha..

Jadi ceritanya terakhir dia mengeluh lagi tentang pacarnya (katanya) yang baru jalan 2 bulan, yang mau bisnis dengan mantan cem2annya, dengan embel2 “ Kalau menurut lo gimana?” Pertanyaan yang aneh. Emang gue bisa apa? Emang gue bisa merubah pikiran pacar kamu biar nggak berbisnis dengan mantan cem2annya? Sebelumnya dia juga pernah ngeluh karena ibu pacarnya nginep kelamaan di apartemen pacarnya ini, lha terus gue harus ngusir ibunya gitu? Apa pacarnya disuruh ngusir ibunya sendiri? Hadoohh…

Ya sudahlah. Kemarin saya bilang aja begini. Cuma ada dua solusi buat lo :
1. Nggak usah pacaran sama sekali
2. Piara brondong, jadi kamu bisa atur hidupnya semau kamu, dengan konsekwensi ya nafkahi hidupnya.

Dan diapun marah. Tapi saya puas.. haha..