Kemarin nganterin An liat-liat pameran rumah di JICC. Ternyata ruang pameran di JICC hanya memakai secuil tempat saja dari gedung yang luasnya beribu meter persegi itu, pesertanya juga sedikit, dan rumah yang ditawarkan jauh dipelosok ujung dunia.. antara lain Bogor, Tangerang, Bekasi dan beberapa di Jakarta Barat. Lainnya ada apartemen mewah dan apartemen bersubsidi.
Kalau dilihat sekarang type-type rumah yang ditawarkan semakin kecil saja… maketnya lumayan menjanjikan, tapi kalau sudah lihat unit contohnya , baru deh dahi berkerut-kerut…
Sama seperti dulu pertama kali melihat-lihat salah satu apartemen bersubsidi di daerah Jakarta Timur, maketnya look so nice, brosurnya apalagi… dicetak pakai kertas tebal mengkilat dan berkesan eksklusif. Nggak pikir panjang langsung kasih DP via kartu kredit!
Belakangan, setelah melihat unit contohnya siang-siang (kemarin waktu datang sudah malam), wow… bener-bener kecil ya… kalau kamu kasih tempat tidur di kamarnya, maka dari kepala sampai kaki pas nempel di temboknya…haha..
Tapi Rusunami jauh lebih manusiawi dibanding rumah susun yang benar-benar seperti kandang burung.
TIPS : kalau lihat brosur, lihat huruf kecil-kecil di sudut bawah yang tulisannya : ilustrasi diatas tidak mengikuti skala yang sebenarnya
But it’s OK, memang kemampuannya beli yang kecil-kecil, kenapa harus maksain beli yang besar-besar? Sudah untung dapat tempat bernaung di Jakarta, betul nggak? Kalau dilihat sekarang rumah-rumah baru lebih berkesan simple dan minimalis.
Kalau ada simple, pasti ada complicated…. Ada nggak ya rumah yang complicated? Mungkin rumah-rumah di Pondok Indah yang bentuk luarnya pakai pilar-pilar seperti colesium, kuil-kuil kuno di Yunani itu bisa dibilang rumah yang complicated, ukiran-ukirannya udah seperti ukiran candi… apakah penghuninya juga orang-orang yang complicated ya? Hehehehehe….
Kalau urusan hati… mungkin saya itu masuk yang setengah complicated ya, soalnya saya belum bisa jadi orang yang simple.
Simple itu kesannya gampangin, nggak mau komitmen, disposibel, cuma sekali pakai, mirip sendok plastik.
Kalau complicated itu terlalu berbelit-belit, tarik ulur dan rumit, mirip motif kain batik Solo.
Nah… kalau kamu sendiri, kira-kira masuk kategori yang mana? ;-)
No comments:
Post a Comment