Monday, March 26, 2012

Sakit itu mahal

Sudah dua minggu cenut-cenut dikaki kanan belum pulih juga gara-gara kena asam urat. Kadar purin dalam darah saya memang tinggi, 9,2 terakhir chek-up Desember tahun lalu. Sebenarnya turun dari 10,2 setahun sebelumnya, seiring dengan turunnya berat badan saya. Namun tetap saja masih melebihi ambang batas normal buat pria yang harusnya maksimal cuma 7. Dan walhasil, kaki saya bengkak lagi, lebih parah dari tahun lalu yang kalau nggak salah cuma 4-5 hari, kali ini dua minggu pun masih berasa sakit walau sudah jauh berkurang juga.

Sekarang dipantangkan untuk makan seafood, sarden, kornet, emping dan jeroan, dibatasi untuk makan kacang-kacangan termasuk produk olahannya seperti tahu dan tempe.. pffttt.. padahal i love tempe a lot. Mesti dibatasi juga telur, sayuran hijau seperi kangkung, bayam, asparagus dan kol, serta buah-buahan seperti durian dan alpukat.

Dari apa yang saya baca, purin itu ada pada hampir semua yang kita makan. Pada manusia normal dibuang secara alami setelah diolah ginjal, sebagai air seni. Dan ginjal yang kurang berfungsi dengan baik (mungkin karena saya jarang minum air putih juga) makanya purin ini menumpuk di jaringan lunak seperi persendian kaki seperti yang saya alami.

So Thanks to you, yang sudah membelikan saya tumbler besar untuk dipajang di meja kantor. Kadang kita ngga sadar udah berapa banyak minum air putih dalam sehari? Padahal dianjurkan untuk meminum 8 gelas atau 2 liter air setiap harinya, dengan adanya tumbler ini paling nggak jadi reminder... kalau beum habis, berarti saya belum minum cukup air!

Jadi... mari hidup sehat dimulai dengan hal-hal kecil seperti meminum air putih ya... karena sakit itu mahal! :)

Trip To Thailand

Setelah sekian lama nggak ke Thailand, akhirnya dapat kesempatan juga untuk pergi kesana, akhir Februari lalu. Tekanan kerjaan membuat saya nggak berfikir dua kali untuk kabur kesana, walaupun tau kalau perjalanan kali ini bakalan kurang asyik.

Perjalanan kali ini beda dari biasanya yang memakai low budget air lines, now with Singapore Airlines. Memang norak, tapi ini pertama kali saya menaiki SQ, salah satu maskapai yang mendapat gelar Airlines bintang 5. Well, sebenarnya harus masuk bisnis atau first class dulu kali ya, untuk benar-benar merasakan bintang 5... tapi berhubung ini kelas ekonomi ya... tetep alhamdulillah. Gratis gitu lho.

Sebenarnya agak merasa lebay juga naik B777 untuk penerbangan jarak pendek begini, tapi setelah melihat-lihat majalahnya SQ baru tau kalau mereka tidak mengoperasikan pesawat-pesawat nanggung seperti B737 atau A320, untuk yang cere-mere gitu dipakai Silk Air, anak perusahaan mereka.

Melihat kabin kelas ekonominya sendiri, merasa Garuda kok lebih apik. Layar AVOD-nya kecil. Namun makanan dan pramugarinya lumayan ramah, bahkan sangat ramah waktu baliknya, nggak segan-segan menawarkan mengambil foto kita 

Karena menggunakan SQ, maka kita harus transit ke Changi. Kebagian T2, kira-kira satu jam setengah sebelum melanjutkan perjalanan ke bandara Swarnabumi, Bangkok. Mendarat di Swarnabumi, ini kali kedua mendarat disini. Pertama kali dulu mendarat di Dong Muang, bandara lama. Kalau dilihat-lihat, arsitektur Swarnabumi ini unik, tapi semen cor-an yang dibiarkan tanpa di cat atau dilapisi, membuat kesannya kurang sreg, seperti bangunan yang setengah jadi.

Anyway, tujuan pertama langsung diarahkan ke Pattaya, jauhnya kira-kira Jakarta - Bandung naik jalan tol.Tujuan wisatanya juga sama, Alcazar, pertunjukan lipsync waria. Ini kali ketiga nonton, boring. Pertunjukan selanjutnya, Spiderman, juga boring. Lebih jelek dari yang pernah saya tonton pertama kali dulu. Konsepnya hapir sama, bedanya ada striptease cewek bule aja.

Besoknya baru berangkat ke Bangkok. Sebelumnya lihat pertunjukan budaya Thailand dan pertunjukan gajah di nongnoch Village. Ini juga ketiga kali nonton. Bosen. Yang belum pernah yaitu mengunjungi laser Budha. Ini sebuah bukit yang dilaser gambar Budha, trus bekas laserannya ditempeli emas. Laser Budha dipersembahkan keturunan China yang menetap di Thailand dalam rangka ulang tahun raja ke-60.
Di Bangkok, Mengunjungi pasar malam Siam paradise night bazaar, pasar ini baru buka dan separoh kiosnya nya masih tutup. Dan makan malam di The royal dragon restaurant, restoran ini tercatat di Guiness Book of Records sebagai restoran terbesar di dunia. Yang unik yaitu sesekali ada pengantar hidangan yang melayang pakai kabel dengan kostum china.

Wisata Bangkok, seperti biasa mengunjungi Wat Arun, ditepian sungai Chao Praya. Candi peninggalan raja Rama I dan diteruskan oleh Rama II dengan menambah ketinggian menjadi 70meter ini terdiri dari pecahan-pecahan keramik piring yang ditempel-tempelkan, sehingga berkilauan kalau dilihat dari jauh. Selain itu juga mengunjungi Grand Palace. Agak boring juga mengunjungi tempat yang sama, apalagi dengan tour, tau sendiri waktu sangat dibatasi. Selanjutnya dilepas di MBK, mangga dua-nya Bangkok. Pemandangan dari sini, bakal kelihatan BTS, Sky Train-nya Thailand. Lebih murah membangun diatas daripada dibawah, namun kelihatan semrawut. Belum pernah coba naik BTS ini ataupun subway-nya. Mungkin nanti kalau ada kesempatan lagi pingin balik ke Bangkok tapi ngga ikut tour, sehingga bisa mengeksplore kota ini lebih dengan puas, seperti Ant dengan backpackernya.