Tuesday, July 9, 2013

Lost in Madrid (again)


Ini kali kedua masuk ke Ibu kota Spanyol ini. Penyakit kota terpadat ke-3 di Eropa dengan 3,2 juta penduduk ini adalah kemacetan. Ga separah Jakarta sih tapi tetap ada antrian yang cukup panjang disetiap lampu merah. Untuk mengatasinya, seperti juga di Jakarta, banyak dibangun under-pass di kota ini. Lebih baik ketimbang fly over yang merusak pemandangan kota kali ya..

Tujuan wisatanya ya sama kayak dua tahun yang lalu, yang pasti sih mengunjungi Royal Palace. Ini adalah istana raja. Walau sekarang raja nggak tinggal disitu, tapi disaat-saat acara kenegaraan masih dipakai juga. Walaupun sekarang turis boleh masuk, tapi ruangan yang dibuka untuk umum hanya 24 dari 200 total ruangan yang ada.

Diantaranya adalah ruang penerimaan tamu-tamu raja, ruang tahta, ruang jamuan makan kenegaraan sama ruang-ruang pamer tempat diletakkannya alat-alat makan dari masa raja terdahulu. Ada juga kapel istana, ruang bilyard, ruang kerja dan ruang obat. Selebihnya masih ditutup untuk umum. Oh ya, dan dilarang menjepret sedikitpun didalam, petugasnya dengan mata melotot mengawasi disetiap ruangan. Syeremm..

Selanjutnya dibawa berjalan-jalan ke Plaza de Colon. Ada patung Colombus berdiri ditengah-tengahnya. Disitu ada Hard Rock Café Madrid, yang guess what, petugasnya orang Indonesia yang lagi magang! Haha..

Tepat dibelakang Plaza de Colon ini ada daerah Salamanca, dimana kanan-kiri jalan banyak barang-barang branded. Kalau punya uang lebih ya silahkan berlama-lama disini.. Moi? Jalan-jalan cuci mata aja. BTW disini lampu merah juga ada pengemisnya lho, nggak sebanyak Jakarta sih, paling satu orang dan biasanya pendatang seperti kaum gypsi gitu.

Lost In Zaragoza (again)



Zaragoza adalah sebuah propinsi di Spanyol, dan masuk dalam wilayah otonomi Aragon. Seperti halnya sebagian spanyol selatan, Aragon dimasa lalu juga sempat dikuasai bangsa Moor yang beragama muslim. Tapi nggak banyak yang bisa dilihat disini karena sebenarnya ini bukan termasuk kota tujuan wisata di iternary saya- jadi cuma numpang lewat- tapi lumayan lah masih bisa jalan-jalan di katedral dan alun-alunnya.

Memasuki kota ini, ditepi sungai Ebro, ada jembatan kuno yang menghubungkan dua sisi kota. Jembatan Puente de Piedra namanya, Sekarang cuma boleh jalan kaki disitu. Disebela-sebalhnya dibangun jembatan yang lebih baru buat kendaraan-kendaraan melintas.

Di alun-alun (plaza) Nuestra Senore del Pillar ini dikelilingi bangunan-bangunan kuno seperti Basilika of Our Lady of the Pillar, Museum dan Katedral La seo serta toko-toko souvenir disekitarnya. Harusnya bisa jalan-jalan agak lama ya, biar bisa mengeksplor kota tua ini. Kapan-kapan deh ya.. hehe..

Lost in Barcelona (again)



Setelah mendapat amplop formulir permohonan visa schengen via kedubes Spanyol, akhirnya berangkat juga ke negara satu ini. Dua tahun lalu sudah pernah sih kemari, tapi tahun ini selain Barcelona dan Madrid, bisa menyusuri bagian selatan Spanyol lebih banyak plus ke negara sebelahnya, Portugal.

Beda dari sebelumnya, kali ini jalan-jalan pakai maskapai KLM. Belum pernah naik maskapai penerbangan Belanda ini sebelumnya, pingin coba sih, tapi kalau baca rangking Skytrax KLM masih bintang 3, dibawah Emirates, Turkish, bahkan Garuda Indonesia, kok rada-rada meragukan. Ditambah aturan bagasi yg ketat (kabin 12 kg + bagasi max 1 koper dengan berat max 23kg) jauh dibawah Emirates atau Turkish yang boleh sampai 30kg. Tapi berhubung seat penuh ya mau gimana lagi, nikmati aja, toh nanti juga transit di Schipol Amsterdam, never been there before, ke bandara yang menempati ranking ke-3 tahun 2013 sebagai bandara terbaik didunia versi Skytrax. Pingin liat-liat :-D

Penerbangan KLM dari Jakarta ini nggak direct langsung ke AMS tapi harus transit dulu di KLIA, Kuala Lumpur. Kita dapat terminal satelit di KLIA yang megah, nunggu kira-kira 1jam-an. Lumayan bisa jalan-jalan. Kalau penerbangan dari JKT ga begitu padat, maka penumpang yang naik dari KL ini lumayan banyak. Dan mulailah menempuh 13 jam perjalanan ke Amsterdam, yang diwarnai dengan guncangan turbulence yang mengawali sekitar 1/3 perjalanan diawal.

Pesawat yang dipakai Boeing 777-300ER, lumayan lah, ada personal TV disetiap kursi. Makanannya enak walau porsinya sedikit hehe. Film-filmnya ga begitu banyak tapi lumayan update. Tapi jangan bayangkan ada bidadara-bidadari cantik yang melayani selama penerbangan. Pramugara-i KLM ini kebanyakan tuir-tuir sih, tapi ramah.

Mendarat di Schipol, jam harus dimundurkan 5 jam. Sebenarnya Waktu Eropa mulai Spanyol sampai Jerman itu GMT+1, tapi berhubung sudah musim semi menjelang musim panas, maka waktu dimajukan sejam. Istilahnya “Daylight Saving Time” Kalau di Belanda, DST ini berlaku mulai musim semi 31 Maret berakhir sampai bulan Oktober nanti. Biar dimajuin, tetep aja jam 9 malam langit masih terang. Biasanya gelap itu setelah jam 10 malam. Transit di Schipol sekitar 1,5 jam, kemudian pindah pesawat. Gegara mencari tumbler koleksi, saya memisahkan diri dari rombongan, dan karena bandara Schipol ini gede banget, saya nyasar :-/ Ternyata untuk menuju Gate yang ditentukan, harus melalui imigrasi. Jadi walaupun visa saya Spanyol, tapi di capnya di imigrasi Belanda, bukan Spanyol. Baiklah, beruntung masih ada waktu untuk ke Gate-nya. Dan pesawat KLM selanjutnya berjenis B737-800, satu gang dan tanpa TV. Untung perjalanan hanya 2 jam saja, jadi biar be-te ya dibetah-betahin aja. Hidanganpun cuma roti yang rasanya nggak enakkk..

Bandara Barcelona terletak ditepi laut. Menjelang mendarat, kamu bisa melihat ikan lumba-lumba yang berloncatan disana. Fantastik!. Mendarat disini, udah nggak lewat imigrasi lagi, langsung aja keluar. Bandara Barcelona ini modern, bersih dan lapang. Ya kalau dibanding-bandingin sama bandara Soetta tercinta kok keliatan banget jomplangnya ya, haha.. Bandara ini bernama El Prat, terletak 12 km dari pusat kota. Cuacanya lagi bagus, anginnya dingin.

Sekilas tentang Barcelona, kalau yang lupa dulu saya pernah cerita waktu kunjungan pertama dua tahun yang lalu – adalah salah satu dari 17 wilayah otonomi di Spanyol. Bernama asli Catalunya (Katalonia) dengan luas wilayah 32.114km2, mempunyai 4 provinsi yaitu Barcelona (merangkap Ibukota Katalonia), Girona, Lleida dan Tarragona. Catalonia mempunyai bahasa sendiri yang sangat berbeda dari bahasa Spanyol (lebih dekat ke Bahasa Perancis), jadi dimana-mana sign board terdiri dari bi-lingual, Katalan dan Spanyol, plus Inggris. Catalonia mempunyai parlemen sendiri dan juga mempunyai Presiden sendiri. Saat ini Catalonia lagi berjuang untuk kemerdekaan yang nampaknya mustahil, walau 2/3 anggota parlemen disana menyetujui memisahkan diri, tapi tetap tidak digubris pemerintah pusatnya di Madrid. Jadi jangan heran kalau kesana dimana-mana berkibar bendera separatisme, tapi beda dengan di Aceh misalnya yang buat pemerintah pusat ketar-ketir, disana sepertinya pemerintah pusat di Madrid cuek bebek aja. Mungkin perinsipnya terserah deh mau ngapain aja, asal jangan minta merdeka :-P

Kalau ngomongin Barcelona, pasti ingat Antoni Gaudi. Dia seorang arsitek dan seniman kenamaan asli dari Catalonia. Lahir tahun 1852, dan meninggal secara tragis tahun 1926, ketabrak trem. Waktu itu dia berpakaian biasa, sehingga orang-orang mengira dia pengemis, sehingga tidak langsung mendapatkan pertolongan sehingga akhirnya meninggal. Karyanya yang terkenal dan menjadi kunjungan wajib wisatawan antara lain :

Sagrada Familia

Ini adalah gereja katedral kenamaan di Barcelona karya Gaudi. Ciri khasnya Gaudi ini adalah tema-tema berbau alam, jadi ada ukir-ukiran daun buah-buah, kuncup bunga, binatang-binatang seperti kura-kura diantara diorama semenjak kelahiran Yesus hingga penyaliban di gereja ini. Pembangunannya dimulai tahun 1882. Ia mengerjakan proyek ini selama 40 tahun sebelum akhirnya meninggal. Sampai kini pembangunan gereja ini terus berjalan, dan diprediksi akan selesai tahun 2026, bertepatan dengan selesainya Subway Jakarta. Ya ampuunn.. *gubrak*

Gaudi Park

Taman Gaudi ini tadinya adalah proyek Gaudi untuk membuat perumahan, tentu saja rumah-rumahnya rancangan dia. Tapi yang terbangun baru ada unit contohnya saja (dimana dia juga sempat tinggal disitu). Masalahnya, rumah rancangan Gaudi ini rada-rada nyentrik dan aneh untuk ukuran saat itu, jadi kemungkinan proyek perumahan ini sepi peminat dan tidak laku. Tapi sekarang menjadi masterpiece dan menjadi objek wisata. Ciri Gaudi lainnya adalah tempelan-tempelan keramik yang warna-warni.




Casa Batllo & Casa Mila

Casa Batllo ini nama aslinya Casa Dels Ossos ( Rumah Tulang) rancangannya sedikit seram, menyerupai tulang belulang manusia, tadinya dibangun untuk seorang kaya di Barcelona, sekarang menjadi museum. Sementara Casa Mila adalah bangunan berbentuk seperti rumput laut, atau debur ombak. Terlihat kontras dengan gedung-gedung disebelahnya. Kedua bangunan ini terletak dijalan Passeig de Gracia.

Tempat wisata lainnya adalah stadion Olimpic. Seperti kita tahu Barcelona satu-satunya kota diwilayah Spanyol yang berhasil menyelenggarakan event olahraga internasional ini di tahun 1990. Nggak jauh dari situ ada tempat objek wisata lainnya yaitu Spanish Village, semacam taman mini-nya Spanyol, dimana didalamnya terdapat contoh-contoh bangunan dari seluruh wilayah di Spanyol. Spanish Village atau nama sananya Poble Espanyol. Didekat-dekat situ ada sebuah bukit dengan pemadangan langsung ke laut Barcelona, namanya bukit sants Montjuic. Pemandangannya bagus, kalau mau foto-foto disini.

Agak ke utara Barcelona, terdapat biara Monsserat yang terkenal. Terletak terpencil diantara gunung berbatu dengan pemandangan yang sangat indah. Disini kamu bisa menemukan patung Black Madonna (Virgin of Monsserat) yang terkenal itu. Menurut cerita, patung kayu ini dibuat di Jerussalem pada awal kekristenan, tapi menurut gaya ukirannya diperkirakan patung ini dibuat pada abad ke 12. Kenapa wajahnya bisa hitam? Well menurut cerita, karena dahulu belum ada listrik, maka pencahayaan hanya berasal dari lilin. Asap dan panas lilin yang terus-menerus dipercaya membuat patung ini menjadi hitam. Kemungkinan yang hitam bukan hanya wajah, tetapi bagian badannya kemungkinan dicat ulang terus menerus, jadi alhasil tinggal wajahnya saja yang menghitam.

Patung Maria ini dalam posisi duduk, sambil memangku bayi Yesus. Sebelah tangannya memegang semacam bola. Walau keseluruhan patung sekarang dilapisi kaca, tapi sebagian bola dunia ini sebagian menyembul keluar. Jadi para peziarah bisa meletakkan tangannya disitu sambil berdoa. Katanya sih – katanya – doa kamu akan dikabulkan kalau berdoa sambil memegang bola itu.
Kemudian… mari lanjut ke Zaragoza..