Thursday, July 7, 2011

Obsess by Dress

Nggak terasa setiap kali jalan-jalan, paling nggak kebeli satu baju. Entah itu baju kerja, celana kerja, Jeans atau T-shirt, atau bahkan cuma underwear.

Kadang kalau lagi bersih-bersih lemari baru sadar kalau kebiasaan beli baju nggak distop, mungkin saya nggak bisa lagi nutup lemari. Ada baju yang baru sekali pakai, bahkan ada yang sama sekali belum pernah dipakai, hehe...

Entah sejak kapan kebiasaan belanja baju ini jadi hobby rutin, karena seingat saya, dulu saya orang yang sama sekali masa bodo dengan urusan baju dan penampilan. Tapi kalau dipikir-pikir mungkin karena masa lalu saya yang hidup dengan uang jajan pas-pasan (karena saya juga berasal dari keluarga pas-pasan) membuat saya sekarang seperti "balas dendam". Udah punya kerjaan udah punya gaji (walau pas-pasan juga) punya kemampuan belanja-belanja baju (walau belinya juga pas diskonan aja) hehehe...

Kalau diingat-ingat, dulu baju saya banyak dibeliin nyokap, jadi saya nggak milih warna apa yang saya suka atau bentuknya gimana, yang penting bisa dipakai. Dulu celana panjang saya juga cuma satu - celana panjang seragam SMA warna abu-abu.. Malu banget waktu diledekin teman-teman : celana kamu cuma satu ya?

Well, teori "balas dendam" itu cuma pendapat saya aja. Mungkin benar, atau mungkin juga hanya karena udah hobby. Tentu saja dengan gaji yang pas-pasan saya nggak bisa beli T-shirt CK atau Jeans Armani. T-shirt biasanya Bossini atau Giordano, baju dan celana kerja dari The Executive, kemeja main kadang-kadang beli Pierox dan M2. sekali-sekali beli Top Man atau Zara kalau mereka lagi kasih diskon gede. That's why i love Sale...xoxoxo

Tapi kalau ada pendapat yang bilang pakaian sebagai investasi, mungkin ada benarnya juga. Pakaian bisa merubah penampilan. Saya masih heran hari gini masih ada orang yang pakai celana kerja model baggy, berkibar-kibar kalau ditiup angin. Please, it's so 80! sekarang masanya pria-pria memakai baju dan celana yang lebih ngepas. Kalau menurut katalog The Executive, tahun ini modelnya yang slim fit (tapi masalah juga buat saya yang punya perut gendut) huhuhuhu...

Tapi dengan semakin banyaknya kebutuhan, sepertinya sudah harus mengurangi belanja-belanja baju. Apalagi mengingat saya bukan type orang yang suka kongkow-kongkow atau dugem, seharusnya baju saya nggak sebanyak itu. So, from now on, Stop belanja bajuuuu....Ok? (sambil buka-buka koran nyari iklan Sale Pull and the Bear)

No comments:

Post a Comment