Monday, June 25, 2012

Lost in Vatican (Part One)

Hari ke-2 di Roma, haiyaaa… Hotel sallustio ini menyediakan makan pagi, tapi cuma roti dan sereal doang, ditambah dengan mesin minuman yang bisa buat susu hangat, kopi capucino atau coklat..lumayanlah sembari bisa bawa roti spanyol (separo-nyolong) buat bekal perjalanan hehehe…

Selanjutnya dengan udara berkisar 18 derajat saya memulai perjalanan menuju destinasi yang sudah ditunggu-tunggu sepanjang hidup, Vatikan! Ngga jauh dari hotel ada stasiun subway ‘Repubblica’. Kalau agak teliti, didinding subway stasiun ini ada tembok lama kota Roma yang dilapisi kaca. Luar biasa cara mereka melindungi artefak2 kuno ini ya  Dari sini kalau ke Vatikan ngga perlu ganti kereta, cuma berjarak 5 stasiun, turun di stasiun Ottaviano. Naik Metro / subway Roma ini tarifnya 1 Euro untuk sekali naik, jauh-dekat. Ada juga pilihan tiket untuk dipakai seharian sampai pukul 00.00 sebesar 4 Euro. Dan tiket ini juga bisa dipakai buat nik bus umum.

Turun di stasiun Ottaviano ini cuma jalan sedikit ke kota Vatikan. Wow, akhirnya, setelah cuma bisa liat-liat di internet, akhirnya saya bisa juga tiba di Negara terkecil didunia ini..

Sejarah Vatikan sendiri, awalnya didirikan diatas makam Santo Petrus yang menurut kepercayaan mereka menjadi martir dan dikubur disitu. Vatikan sendiri didirikan tahun 326. Pengaruh Paus saat itu sangat kuat, sehingga awalnya Paus juga memerintah disemenanjung Italia. Selanjutnya saat terjadi penyatuan Italia dalam Kerajaan Italia di tahun1870, terjadi konflik antara Kerajaan dan Paus, karena Vatikan dianeksasi yang berakhir dengan diadakannya perjanjian Lateran. Disebut perjanjian lateran karena ditandatangani di dalam istana Lateran yang berlokasi didalam kota Vatikan. Perjanjian tahun 1929 ini mengakui “kemerdekaan” Vatikan yang lepas dari Italia. Wilayah Vatikan menciut menjadi hanya 44 hektar. Tapi Vatikan juga memiliki otoritas ekstateritorial terhadap 23 situs didalam kota Roma dan 5 situs lainnya diluar kota Roma. Situs-situs itu yang sebagian besar gereja-gereja tua walau berada diwilayah Italia, namun memiliki status ekstra teritorial, Ekstrateritorial itu maksudnya adalah keadaan yang dikecualikan dari yurisdiksi hukum setempat, biasanya sebagai hasil negosiasi diplomatik. Jadi didalam gereja-geraja itu hukum Italia tidak berlaku, kira-kira seperti itu ya.. kalau belum jelas, bisa tanya ke dosen Tata Negara :-/

Tapi namanya negara kecil mungil, mau nggak mau ya sangat tergantung sama Italia. Waktu Italia ikut zona Euro Vatikan ya ikut saja. Mereka bisa cetak Euro koin logam dengan gambar Paus dibagian belakangnya, punya perangko sendiri, dan satu-satunya di dunia dimana ATM-nya menyediakan menu dalam bahasa latin! Wow…keyeeennn

Tujuan pertama adalah Basilika Santo Petrus yang terkenal, jantung dari Vatikan. Dialun-alun ini ada air mancur yang ada bebeknya (lucuk) juga ada tiang obelisk setinggi 25,5 meter, yang aslinya berasal dari abad ke-13 SM dari Mesir dan dibawa ke Roma pada abad ke-1 untuk didirikan di Circus Nero. kalau diamati dengan seksama, ada tulisan Hieroglif mesir kuno, yang terdiri dari gambar-gambar.

Setelah potret-potret didepan basilika kemudian mulai antri untuk masuk kedalamnya. Antrinya luar biasa panjangnya, katanya sih harus pagi-pagi kesini biar bisa kebagian masuk. Setelah berhasil nyempil dirimbongan turis Cina, akhirnya berhasil mendekati pintu masuk ke Basilika. Harus melewati X-ray juga barang-barang kita. Sebenarnya masuk ke Basilika ini gratis, tapi jika mau ada pemandu eletronik yang bisa anda dapatkan di bagian penitipan barang dengan sewa 5 Euro selama 2 jam. Tapi saya ngembaliinnya lebih dari 2 jam juga gak kenapa-kenapa. Sebagai jaminan, paspor kita ditahan.

Sebenarnya kalau pingin jeprat-jepret sayang juga nyewa alat ini, mahal bo’. Lagian banyak banget objek foto di dalam gereja yang konon terbesar di dunia ini. Begitu masuk, disebelah kana nada patung Pieta yang tekenal, karya Michael Angelo. Patung ini pernah dirusak oleh seorang pengunjung yang terganggu jiwanya pada tahun 1972 dengan menggunakan kampak. Sekarang patung ini dilindungi dengan kaca anti peluru. Menurut literatur, ini satu-satunya patung karya Michael Angelo yang dibubuhi namanya. Menurut cerita, banyak orang saat itu yang tidak percaya kalau patung ini merupakan karya Michael Angelo, sehingga suatu malam beliau menyusup dan menorehkan namanya di selendang Maria.

Selanjutnya banyak patung-patung orang suci dan malaikat didalamnya. Ada juga tubuh Paus Innocentius XI yang diawetkan diletakkan dalam kotak kaca. Dibagian tengahnya ada tiang Baldacchino Bernini berwarna hitam menjulang sekitar 20 meter yang diukir indah sekali. Ada juga patung Santo Petrus yang dianggap bertuah, sehingga banyak orang yang berdoa didepannya dan mengusap atau mencium kakinya. Basilika Santo Petrus sendiri sangking luasnya, maka di relung kanan-kirinya dibuat semacam kapel-kapel kecil untuk berdoa.

Kemudian kita bisa turun ke bawah, dimana disini terdapat ruangan bawah tanah tempat makam para Paus terdahulu. Tidak semua bisa dimasuki memang, tapi beberapa peti Paus yang terbuat dari pualam berukir ada disini. Selanjutnya keluar dari situ, kita bisa ikut antrian yang menuju kearah doom (kubah) Basilika ini. Tarifnya 5 Euro kalau mau naik tangga, dan 7 Euro kalau mau naik lift. Daripada mendaki 300-an anak tangga sempit, saya memilih naik lift aja. Lift ini Cuma membawa anda sampai doom (kubah) utama. Jika mau naik sampai puncak (dimana kita bisa melihat panorama diluar) maka mau nggak mau mesti naik tangga lagi yang berputar-putar dan melingkar-lingkar. Sempit sekali, heran gimana orang bule yang badannya besar-besar jaman dulu bisa membuat ini. Tapi pemandangan diatas benar-benar fantastis! Kereennn… kalau selama ini cuma bisa liat-liat di foto internet, sekarang saya bisa melihatnya langsung!

Dedepan ada alun-alun Santo Petrus karya Bernini, sedikit kesamping ada Museum Vatikan, diarah belakang ad ataman Vatikan yang indah. Memang walau wilayahnya kecil, namun 50%nya tetap dibiarkan menjadi taman yang indah dan sejuk.

Setelah jepret-jepret beberapa foto, karena nggak tahan dengan dinginnya hembusan udara dan mulai gerimis juga, akhirnya saya turun kembali kearah lift. Disini ada toko souvenir yang menjual berbagai cindera mata dan dilayani oleh para suster dari berbagai negara dengan ramah.

Maksud hati ingin mengeksplor Vatikan dalam sehari sepertinya mustahil. Jadi kita putuskan besok kembali kesini, untuk hari ini cukup, kembali kearah hotel dan mencari Mc.D Roma, makan kebabnya yang luar biasa enak…. Laperrr..

Thursday, June 21, 2012

Lost in Rome (Part Two)

Hari pertama di Roma udah dipakai jalan-jalan, maklum… tiba jam 10 pagi, mau ngapain jugak mendekam di hotel kecil mungil seharga bintang 4 di Jakarta?
Berbekal map gratisan yang bisa didapat di informasi turis bandara, berjalanlah kita kearah Hardrock Café Rome, letaknya di jalan Via Vittorio Veneto, ngga jauh dari kedutaan besar Amerika. Duh, dimana-mana itu ya, kedubes Negara satu ini pasti memakan satu trotoar sendiri ditutup dengan penjaga dan polisi dimana-mana (kirain di Jakarta doang yang begitu).

Karena masih cukup siang, makan siang dulu. Maksud hati mau coba-coba makan pizza di negara asalnya, namun ternyata asemnya minta ampun, karena mereka ternyata banyak banget menggunakan tomat. Jadi buat anda-anda yang sudah terbiasa makan pizza hut, jangan berharap rasanya sama ya. Rasanya agak-agak mubazir, udah kaga enak, harganya selangit pula. Lebih enak Mc.D-nya kali, masih ada yang bisa dimakan..hehe..

Selanjutnya kepingin banget mengunjungi air mancur Trivi. FYI, di kota Roma ini banyak banget yang namanya air mancur alias fountain, dan Trivi Fountain in merupakan air mancur yang paling mewah dan termegah sedunia (mungkin). Dari HRC Roma ternyata dekat saja ke Bernini Square, disini juga ada Fontana del Tritone yang dibangun tahun 1642 oleh Gian Lorenzo Bernini, Karya-karya Bernini ini sangat terkenal, banyak juga yang menghiasi Basikila Santo Petrus di Vatikan. Selanjutnya jalan ga begitu jauh, agak tersembunyi di jalan-jalan kecil barulah kita temukan Trevi Fountain ini. Pembangunannya dimulai tahun1732 dan selesai di tahun 1762. Sampai saat ini Trevi Fountain menjadi air mancur termewah, termegah dan paling terkenal diseluruh dunia.

Ada tahyul kalau kamu lempar uang logam kesini, maka akan kembali lagi ke Roma. Tapi lemparnya jangan sembarang ya, mula-mula kamu harus berdiri atau duduk membelakangi kolam, kemudian uang logamnya mesti dilempar kebelakang dengan arah silang. Jadi misalnya mau lempar pakai tangan kanan, maka lemparannya harus lewat bahu kiri, begitu kata mereka.

Diseputaran Trevi Fountain banyak terdapat toko souvenir, restoran dan toko es krim khas Italia yang dikenal dengan nama gelato. Kalau kalian kesini, kudu dicoba deh. Ga terlalu manis juga, jadi mungkin cocok buat kamu-kamu yang riwil sama penampilan dan gula-phobia…wkwkwkwk..

Baiklah, besok siap-siap meng-eksplore negara terkecil didunia, Vatikan! ^__^

Tuesday, June 19, 2012

Lost in Rome (Part One)

Setelah penuh dengan ketidak jelasan diawal tahun, akhirnya saya berkesempatan untuk kembali mengunjungi Yurep alias Eropa, Yippie. Seperti yang diumumkan tahun lalu, destinasi tahun 2012 ini adalah ke Roma, dengan tambahan post tour ke kota-kota cantik Italia lainya plus ke Swiss, Jerman, Belanda, dan berakhir di Belgia.

Melihat perjalanan ke Paris tahun lalu, rasanya c’est tres rempong dengan belanja-belanja ketimbang wisatanya, jadi saya memutuskan untuk berangkat duluan sebelum rombongan lain tiba. Berbekal pengalaman pernah pesen hotel via website Agoda, akhirnya saya mendapatkan hotel Sallustio Roma, dideket stasiun Kereta Termini. Stasiun Termini ini adalah pusat dari sistem perkereta-apian di Roma, pun cuma distasiun termini ini pula jalur Metro (subway) Roma bertemu pada titik silang.

Anyway, karena nanti pulang lewat Brussel Belgia, maka tidak bisa naik Emirates because tidak ada rute Emirates ke Brussel. Akhirnya naiklah Turkish Airlines… Kalau menurut skytrax, maskapai ini udah setaraf Emirates dan Garuda juga, bintang 4. :-D

Singkat cerita, naik pesawat Turkis jam 7 malem, transit sejam di Changi. Penumpang mulai penuh di Changi ini, sepertinya peserta Umrah dari Malaysia. Perjalanan ke Istanbul kira-kira ditempuh damal 13 jam, pegel bo’. Tapi yang menarik adalah dibagikannya amenity kits! Biasanya amenity kits ini dibagi buat penumpang kelas bisnis atau first class aja, tapi disini kelas ekonomipun dapet. Yah bukan Aigner kayak di Garuda atau kemasan Remowa seperti di Thai airways, ini cuma bungkusan biasa yang isinya a.l. penutup mata, penutup kuping, kaos kaki, dan sikat gigi+odol kecil.

Anyway busway, sesampainya di Bandara Ataturk Istanbul, riwehnya luar biasa. Kayaknya bandara ini terlalu kecil untuk dijadikan hub-nya Turkish Airlines, sampai turun dan naik kepesawat mesti pakai bus, karena pesawat diparkir nun jauh diujung sanah… fiuhh..

Beda dengan tadi, pesawat selanjutnya ini berjenis B737-800, O-em-ji…. Berasa banget sempit-sempitnya hehe.. mungkin karena perjalanan lanjutan ini hanya sekitar 2,5 jam-an jadi ngga perlu pesawat besar-besar kali ya.
Akhirnya mendarat di bandara Fumicio alias Leonardo Davinci sekitar jam 10 pagi waktu setempat. Harusnya Roma ikut waktu GMT +1, tapi pada minggu terakhir pada bulan maret, Italia dan negara eropa bagian tengah lainnya memajukan jamnya menjadi +2 atau yang disebut dengan Central European Summer Time. Jadi beda waktunya dengan Jakarta itu 5 jam. Walau masih musim semi, tapi matahari masih terang di jam 9 malam, bayangin kalau bener-bener musim panas ya, bisa jam 11 malampun masih terang mungkin? :-P

Bandara Utama di Italia ini kesannya tua dan baunya ngga enak. Ada pusat informasi turis disini, dan setelah bertanya mengenai alamat hotel barulah beli tiket ke pusat kota Roma. Harga tiketnya kalau ga salah 4 euro untuk satu orang, dan sepanjang jalan penumpang dibelakang ribut ngobrol pakai bahasa Italia, oh my God, saya berasa alien dinegeri ini :-P
Akhirnya bus membawa memasuki kota tua Roma. Kota Roma ini didirikan 21 April 753 sebelum masehi. Oh Mai Ghot, tua banget ya bo’ Awalnya kota Roma ini kecil saja, dikelilingi tembok super tebel yang sampai sekarang beberapa bagian masih ada. Kota Roma yang sekarang udah jauh melebar melewati dinding kota lama. Kota Roma ini sendiri berdiri pakai legenda-legenda juga, alkisah dulu ada dua anak kembar Romulus dan Remus yang merupakan anak dewa Mars dengan perawan Vesta yang dibuang ke hutan dan dipelihara oleh serigala sehingga berhasil bertahan hidup.. trus karena perselisihan si Romulus membunuh Remus, dan selanjutnya asal nama kota Roma itu ya dari namanya si Romulus ini…ya gitu-gitu deh, kalau diceritain panjang dan bisa jadi dongeng sebelum tidur yang membuat anda tertidur sebelum selesai membaca tulisan ini… bhahak.

Bus membawa saya ke Termini central station. Disini merupakan pusat dari terminal Bus, kereta api, dan satu-satunya pertemuan dua jalur sub-way Roma, biarpun kota tua, tapi jalur subway Roma ini tergolong apa adanya, Cuma ada dua jalur yang membentuk huruf X dan Termini ini merupakan pusat pertemuan dua jalur itu. Bandingkan dengan Paris yang subway-nya berasa jarring-jaring spiderman, ruwet dan bisa pindah kereta berkali-kali kalau mau.

Anyway setelah nyasar sana-sini akhirnya saya berhasil menemukan hotel yang sebelumnya udah dipesan via agoda. Dalam hati, oh my Ghot, segini ini dibilang bintang 3? Di Jakarta dengan harga segitu udah bisa dapet bintang lima plus plus kaleee… tapi sebodo ah, kamar cuma buat tidur ini, lebih banyak jalan-jalannya kan, kan, kan… dan yang penting ada dipusat kota, bandingin dengan hotel pilihan travel yang Yo Olloooooo jauhnyaaa di ujung Roma sana, ditempat Jin Roma buang anak..ppffttt…

Ya sudah sementara sekian dulu liputan jalan-jalannya, nanti disambung lagi kalau boss lagi pergi ya, ya, ya… I’ll be back! *tring.. ngilang*