Selanjutnya dengan udara berkisar 18 derajat saya memulai perjalanan menuju destinasi yang sudah ditunggu-tunggu sepanjang hidup, Vatikan! Ngga jauh dari hotel ada stasiun subway ‘Repubblica’. Kalau agak teliti, didinding subway stasiun ini ada tembok lama kota Roma yang dilapisi kaca. Luar biasa cara mereka melindungi artefak2 kuno ini ya Dari sini kalau ke Vatikan ngga perlu ganti kereta, cuma berjarak 5 stasiun, turun di stasiun Ottaviano. Naik Metro / subway Roma ini tarifnya 1 Euro untuk sekali naik, jauh-dekat. Ada juga pilihan tiket untuk dipakai seharian sampai pukul 00.00 sebesar 4 Euro. Dan tiket ini juga bisa dipakai buat nik bus umum.
Turun di stasiun Ottaviano ini cuma jalan sedikit ke kota Vatikan. Wow, akhirnya, setelah cuma bisa liat-liat di internet, akhirnya saya bisa juga tiba di Negara terkecil didunia ini..
Sejarah Vatikan sendiri, awalnya didirikan diatas makam Santo Petrus yang menurut kepercayaan mereka menjadi martir dan dikubur disitu. Vatikan sendiri didirikan tahun 326. Pengaruh Paus saat itu sangat kuat, sehingga awalnya Paus juga memerintah disemenanjung Italia. Selanjutnya saat terjadi penyatuan Italia dalam Kerajaan Italia di tahun1870, terjadi konflik antara Kerajaan dan Paus, karena Vatikan dianeksasi yang berakhir dengan diadakannya perjanjian Lateran. Disebut perjanjian lateran karena ditandatangani di dalam istana Lateran yang berlokasi didalam kota Vatikan. Perjanjian tahun 1929 ini mengakui “kemerdekaan” Vatikan yang lepas dari Italia. Wilayah Vatikan menciut menjadi hanya 44 hektar. Tapi Vatikan juga memiliki otoritas ekstateritorial terhadap 23 situs didalam kota Roma dan 5 situs lainnya diluar kota Roma. Situs-situs itu yang sebagian besar gereja-gereja tua walau berada diwilayah Italia, namun memiliki status ekstra teritorial, Ekstrateritorial itu maksudnya adalah keadaan yang dikecualikan dari yurisdiksi hukum setempat, biasanya sebagai hasil negosiasi diplomatik. Jadi didalam gereja-geraja itu hukum Italia tidak berlaku, kira-kira seperti itu ya.. kalau belum jelas, bisa tanya ke dosen Tata Negara :-/
Tapi namanya negara kecil mungil, mau nggak mau ya sangat tergantung sama Italia. Waktu Italia ikut zona Euro Vatikan ya ikut saja. Mereka bisa cetak Euro koin logam dengan gambar Paus dibagian belakangnya, punya perangko sendiri, dan satu-satunya di dunia dimana ATM-nya menyediakan menu dalam bahasa latin! Wow…keyeeennn
Setelah potret-potret didepan basilika kemudian mulai antri untuk masuk kedalamnya. Antrinya luar biasa panjangnya, katanya sih harus pagi-pagi kesini biar bisa kebagian masuk. Setelah berhasil nyempil dirimbongan turis Cina, akhirnya berhasil mendekati pintu masuk ke Basilika. Harus melewati X-ray juga barang-barang kita. Sebenarnya masuk ke Basilika ini gratis, tapi jika mau ada pemandu eletronik yang bisa anda dapatkan di bagian penitipan barang dengan sewa 5 Euro selama 2 jam. Tapi saya ngembaliinnya lebih dari 2 jam juga gak kenapa-kenapa. Sebagai jaminan, paspor kita ditahan.
Sebenarnya kalau pingin jeprat-jepret sayang juga nyewa alat ini, mahal bo’. Lagian banyak banget objek foto di dalam gereja yang konon terbesar di dunia ini. Begitu masuk, disebelah kana nada patung Pieta yang tekenal, karya Michael Angelo. Patung ini pernah dirusak oleh seorang pengunjung yang terganggu jiwanya pada tahun 1972 dengan menggunakan kampak. Sekarang patung ini dilindungi dengan kaca anti peluru. Menurut literatur, ini satu-satunya patung karya Michael Angelo yang dibubuhi namanya. Menurut cerita, banyak orang saat itu yang tidak percaya kalau patung ini merupakan karya Michael Angelo, sehingga suatu malam beliau menyusup dan menorehkan namanya di selendang Maria.
Selanjutnya banyak patung-patung orang suci dan malaikat didalamnya. Ada juga tubuh Paus Innocentius XI yang diawetkan diletakkan dalam kotak kaca. Dibagian tengahnya ada tiang Baldacchino Bernini berwarna hitam menjulang sekitar 20 meter yang diukir indah sekali. Ada juga patung Santo Petrus yang dianggap bertuah, sehingga banyak orang yang berdoa didepannya dan mengusap atau mencium kakinya. Basilika Santo Petrus sendiri sangking luasnya, maka di relung kanan-kirinya dibuat semacam kapel-kapel kecil untuk berdoa.
Kemudian kita bisa turun ke bawah, dimana disini terdapat ruangan bawah tanah tempat makam para Paus terdahulu. Tidak semua bisa dimasuki memang, tapi beberapa peti Paus yang terbuat dari pualam berukir ada disini. Selanjutnya keluar dari situ, kita bisa ikut antrian yang menuju kearah doom (kubah) Basilika ini. Tarifnya 5 Euro kalau mau naik tangga, dan 7 Euro kalau mau naik lift. Daripada mendaki 300-an anak tangga sempit, saya memilih naik lift aja. Lift ini Cuma membawa anda sampai doom (kubah) utama. Jika mau naik sampai puncak (dimana kita bisa melihat panorama diluar) maka mau nggak mau mesti naik tangga lagi yang berputar-putar dan melingkar-lingkar. Sempit sekali, heran gimana orang bule yang badannya besar-besar jaman dulu bisa membuat ini. Tapi pemandangan diatas benar-benar fantastis! Kereennn… kalau selama ini cuma bisa liat-liat di foto internet, sekarang saya bisa melihatnya langsung!
Dedepan ada alun-alun Santo Petrus karya Bernini, sedikit kesamping ada Museum Vatikan, diarah belakang ad ataman Vatikan yang indah. Memang walau wilayahnya kecil, namun 50%nya tetap dibiarkan menjadi taman yang indah dan sejuk.
Setelah jepret-jepret beberapa foto, karena nggak tahan dengan dinginnya hembusan udara dan mulai gerimis juga, akhirnya saya turun kembali kearah lift. Disini ada toko souvenir yang menjual berbagai cindera mata dan dilayani oleh para suster dari berbagai negara dengan ramah.
Maksud hati ingin mengeksplor Vatikan dalam sehari sepertinya mustahil. Jadi kita putuskan besok kembali kesini, untuk hari ini cukup, kembali kearah hotel dan mencari Mc.D Roma, makan kebabnya yang luar biasa enak…. Laperrr..