Akhir Oktober kemarin saya mendapatkan kesempatan untuk kembali ke Hong Kong setelah 3 tahun. Ini kali ke-3 ke wilayah bekas koloni Inggris ini. Bukan hanya Hong Kong sik, sekalian saktu paket ke Shen Zhen dan Macau.
Kalau yang pertama kesana setelah hunting tiket murah air asia, yang kedua naik Cathay, kali ini naik China Airlines. Jangan ketuker sama Air China ya, bedanya China Airlines ini punya Taiwan, sementara Air China punya RRC. Buka-buka internet “katanya” China Airlines (CI) ini udah bintang 4 versi Skytrax. Jadi penasaran kan, gimana dalemannya? Hehe
Berangkatnya tengah malam (pfft) untung lounge masih ada yang buka. Setelah berlari-lari karena jadi penumpang terakhir yang belum naik, akhirnya sampai ke terminal 2E. Ribet karena di Soetta ini penumpang diperiksa dua kali, pertama ketika masuk ke counter chek-in, sekali lagi waktu mau masuk ke boarding room.
Akhirnya sampai juga di atas pesawat CI. Airbus 300, lumayan-lah. Pramugara-nya tua-tua, sementara pramugarinya lumayan muda. Tempat duduk so-so, tapi AVOD-nya kecil. Mungkin karena pesawat lama kali ya, sama dulu kayak Cathay dan Singapore Airlines (ngga tau deh kalau sekarang pesawat-pesawat baru mereka denger-denger udah diupgrade semua).
Makanannya standar. Cuma rada-rada pelit air minum doang hehe.. Kayaknya Pramugara/i-nya kurang fasih bahasa Inggris, lebih suka bicara dalam bahasa Mandarin. Haiya.. (-__-“). Untuk penerbangan tengah malam selama hampir 5 jam, udah males liat film dengan layar kecil. Mending tidur sahaja, karena biasanya kalau sampai pagi itu langsung digeber untuk jalan-jalan ketimbang langsung ke Hotel, karena belum waktunya chek-in juga kan?
Mendarat di bandara Cap Lai Kok, masih ternganga seperti biasa. Padahal bandara ini udah dibangun menjelang Hong Kong dikembalikan ke China, 16 tahun lalu. Penampilannya membuat Soekarno Hatta jadi njomplang, bagai bumi dan planet Jupiter.
Anyway, setelah ambil bagasi menujulah kita langsung ke ShenZhen. Wilayah RRC ini ditempuh sekitar 40 menit perjalanan darat. Beda dengan dua kunjungan sebelumnya, di Imigrasi HK sekarang sudah tidak pakai cap seperti biasa. Gantinya dapet secarik kertas kecil yang distaples dipaspor, nanti kalau keluar HK, diganti dengan secarik kertas keluar. Pun ketika melewati imigrasi China sudah tidak pakai stempel-stempelan lagi. Dan sekarang masuk China cukup pakai VOA. Tapi karena pakai tour ya semua sudah diurus tour leadernya.
Yang lucu selewat imigrasi, barang bawaan wajib X ray tapi ga ada petugas satupun dimesin itu. Ngga tau monitornya ada dimana ya?
Sebenarnya kalau boleh milih, udah cukup dua kali ke Shen Zhen, ngga mau lagi. Tapi ya ga pa-pa lah itung-itung sekalian nyari tumbler starbucks buat koleksi.. hue-hue-hue
Kota Shen Zhen sendiri dulunya cuma persawahan, tapi sekarang disulap jadi kota modern yang konon katanya menjadi kota paling kaya seantero China daratan. Dibangun dulunya buat menyaingi Hong Kong, biar orang-orang Cina nggak tergiur untuk menyeberang ke HK. Saat ini justru kebalik, penduduk HK banyak yang membeli property di ShenZhen, karena harga property di HK yang harganya fantastis. Jadi semacam kota satelit, pagi mereka kerja ke HK dan malam balik ke ShenZhen. Hebat ya, pergi-pulang kerja aja lewatin dua imigrasi yang berbeda, haha.. Karena walaupun Hong Kong dan Macau sudah dikembalikan ke China, tapi masih dapat perlakuan khusus selama 50 tahun kedepan (semenjak penyerahan kedaulatan). Jadilah dua teritori ini semacam menjadi Negara sendiri, dengan mata uang sendiri, imigrasi sendiri dan pemerintahan sendiri. Unik ya..
Wisata di Shen Zhen kemana lagi kalau bukanke Lou Wu. Semacam ITC mangga dua disini, isinya barang-barang palsu semua. Dari yang KW 1 sampai KW 1000. Mau belanja beneran, mall banyak, tapi harganya nggak kompetitif. Sama mahalnya seperti Jakarta (apa karena pengaruh kurs rupiah yang lagi jeblok $11.600 / USD ya?) tapi nggak juga ah. Semacam Zara atau Top Man, padahal label dikerahnya juga made in China, tapi harganya juwara. Nggak rekomen beli gituan disini.
Nginepnya di Century Hotel. Lumayan bagus untuk 4 bintang. Kalau mau jalan malam ke Lou Wu ya tinggal jalan 10-15 menit udah sampai, mereka tutup jam 10-11 malam. Kurang duit? Bias ambil ATM pakai ATM Indonesia yang sudah kerja sama (semacam master card – visa) kena biaya sekitar Rp.25.000
Tempat wisata di Shenzhen yang pasti dibawa adalah Windows of the world, dimana ada replica-replika bangunan icon dari berbagai Negara di dunia. Skalanya suka-suka ya, jadi kadang ada yang gede banget, seperti menara Eiffel ada juga yang kecil banget seperti Angkor Wat. Kalau nggak mau capek bias baik kereta gandeng, yang berhenti di tiga titik – kalau mau foto-foto, atau naik monorel (tapi kalau naik monorel ga bias berhenti2). Jangan lupa nonton pertunjukan Imax Flying over America. Bangkunya bisa naik dan bergerak-gerak seolah-olah ikutan terbang.
Tempat wisata lainnya, ada disebelahnya, Splendid China. Isinya adalah miniatur-miniatur rumah dan bangunan seantero china. Ada yang ukuran mini ada yang beneran, semacam TMII kali ya? Ada pertunjukan tari-tarian yang mewakili seluruh provinsi di China, ada pertunjukan kuda gaya-gaya tempo dulu, ada lagi show tari-tarian dimalam hari dengan panggung yang keren (pakai api-api dan laser gitu, jadinya show ini cuma ada ketika malam).
Dari Shenzhen besoknya ke Macau. Naik Ferry sekitar 45 menit kali ya? Bekas koloni portugis ini dikembalikan ke China tahun 1999. Tapi nuansa kolonialisme-nya masih tetap dipertahankan, seperti petunjuk-petunjuk lalu lintas dan arahan-arahan semuanya ditulis dalam bahasa Canton (bahasa resmi Macau dan Hong Kong) dan bahasa Portugis. Meskipun saya ragu apakah sekarang masih ada penduduk Macau yang bisa berbahasa Portugis. Ferry mendarat di terminal Ferry sebelah bandara Macau. Mereka baru punya bandara tahun 1993 setelah mereklamasi laut. Tapi penerbangannya sepi sih, termasuk kecil untuk ukuran bandara.
Yang unik buat penduduk China yang mau masuk ke Macau – dibatasi hanya 4 bulan sekali. Ini dikarenakan orang China daratan suka sekali berjudi, jadi pemerintah RRC membuat peraturan seperti itu. Karena itu kerap kali Visa Macau (yap – masuk Macau orang China daratan harus pakai Visa) sering dipalsukan penduduk China. Hal ini beda dengan Hong Kong, dimana warga RRC yang mau masuk HK bebas saja kapanpun. Mungkin karena di HK nggak ada kasino ya.
Macau, kota yang hidup dari judi. Luas awalnya cuma 11km persegi, teru-terusan direklamasi, sekarang luarnya mencapai 29,5km2. Termasuk mereklamasi laut antara pulau Taipa dan pulau Coloane, menghasilkan sebuah daratan yang dinamakan Cotai. Disini dibangun banyak kasino dan hotel mewah semacam Venetian dan City of Dream.
Tujuan wisatanya, mula-mula pasti diajak ke Kuil A- Ma, karena kuil ini asal-muasal nama Macau. Waktu itu orang portugis yang bertanya ke penduduk lokal nama tempat itu, penduduk yang tidak mengerti bahasa portugis mengira mereka menanyakan nama kuil, jadilah tempat ini disebut Macau. Di kuil ini ada sebuah batu besar dengan ukiran perahu, katanya kalau mau minta sesuatu, gosokkan uang dari ujung ke ujung trus simpan uangnya setahun. Satu permintaan satu lembar uang, dua permintaan dua lembar uang, begitu seterusnya. Biar nggak rugi pakai uang kertas 1000 rupiah-an aja ya, hue-hue-hue.
Pada saat menuju A-Ma Temple ini, pasti diajak melewati rumah Stanley Ho. Melewati jalan-jalan sempit, rumah Stanley Ho yang beristri 4 ini nggak istimewa banget. Biasa aja buat kita. Tapi luar biasa untuk penduduk Macau dengan lahan super sempit bisa punya rumah diatas tanah sendiri (bukan apartemen) pastinya orang kaya buangett.
So, siapa Stanley Ho? Dia mungkin orang terkaya disini, dari 33 kasino di macau, separuhnya milik Stanley Ho. Pria dengan 4 istri ini (istri pertamanya sudah meninggal) punya kekayaan sampai 2 milyar dollar AS. Huih..
Tujuan wisata lainnya sama, Reruntuhan gereja St. Paul, Macau Tower, Jembatan antara pulau Macau dan Taipa (heran nggak wilayah sekecil ini dengan hanya 500.000 penduduk punya 4 jembatan?) 3 jembatan menghubungkan Pulau Macau dan Pulau Taipa, satu lagi, Lotus Bridge menghubungkan Macau (Taipa) dengan wilayah Zuhai China. Ulasan wisata macau ini liat di posting saya yang dulu-dulu ya, males nulis berulang-ulang hehe..
Kalau mau ke mall silahkan ke Venetian macau, mall + kasino + hotel dengan tiruan Venesia lengkap dengan kanal-kanalnya. Bisa nyobain naik gondola juga kalau mau. City of Dream diseberangnya ada Hard Rock Café dan Hotel, ada mall, dan pertunjukan Bubble. Judulnya Dragon Treasure. Jadi ada satu ruangan mbulet yang dindingnya layar semua, trus diputer film animasi naga jadi seolah-olah hidup gitu. Liatnya juga garus sambil dongak. Ngga apa sih pegel dikit, cuma 15 menit kok hehe..
Selanjutnya dibawa ke hotel-hotel dengan lobby yang unik. Ada yang jam-jam tertentu ada pertunjukan air mancur dengan replika berlian besar ditengahnya (hotel Galaxy) atau hotel dengan lobby lantainya ada emas batangan (hotel Grand Emperor) ada-ada aja yak.
Buat yang mau lanjut, hiburan malam di Macau seperti gak ada tidurnya. Hiburan “dewasa” pasti ditawarkan ke peserta tour. Mulai dari tarian bugil sampai live show beneran. Yang main bule. Tiketnya 500 HKD kalau mau.
Hong Kong sendiri ya gitu-gitu aja. Wajib kunjung ke The Peak, bisa naik kereta kabel dengan kemiringan 45 derajat, ada Madame Tussaud disana. Dapat hotel yang lumayan jauh di New Territories, tapi ga berasa karena transport di HK termasuk OK, ada jalur subway dimana-mana. Cuma beda dengan Metro di Eropa yang jauh-dekat tarif sama, disini tarif berdasarkan jarak semacam di Singapura.
Mau belanja yang muramura bisa ke kawasan Tung Chung, didekat bandara kesono lagi. Produk branded yang lumayan murah ada disini. Kalau semacam Giordano dan Esprit emang murah gilak, tapi kalau Armani atau DNKY buat saya ya didiskon juga masih tetep aja mahal. Wajib foto kalau ke Hong Kong apalagi kalau bukan avenue of the stars, letaknya diujung Kowloon yang berhadapan dengan pulau Hong Kong diseberangnya. Kalau malam lampu digedung-gedung mulai dinyalakan jadi bagus banget.
Malamnya saya sempat keliling-keliling di Pulau Hong Kong ini, nyari-nyari Hard Rock Cafe yang buka lagi di kawasan LKF Tower. Nanya sama seorang petugas keamanan ternyata nggak bisa bahasa Inggris. Hai-ya.. bukannya kalian bekasnya koloni Inggris ya? hiyuh..
Yang sama saja yaitu tour guide lokalnya selalu mengeluh mahalnya sewa apartemen di HK, bahkan kuburan saja ada waiting list-nya, bisa 5 tahun nunggunya.Udah nunggu, ada masa pakaijuga sekitar 10-20 tahun kalau ga salah. Dimakamkannya juga dalam posisi berdiri, bukan baringan demi menghemat lahan (kalau kalian menuju ke The Peak pakai bus, akan melewati kompleks pemakaman ini). Saat ini pemerintah mendorong untuk mengkremasi saja orang-orang yang meninggal ketimbang dikubur.
Tapi diluar itu semua, Hong Kong termasuk kota yang aman. Jadi kalau ada waktu coba jalan-jalan ke HK. Dijamin pingin kesana lagi.. :-P
Tuesday, December 10, 2013
Friday, October 11, 2013
Lost in Lisbon
Tidak ada tanda-tanda yang jelas kalau kita pindah negara di Eropa, itu karena semenjak bergabungnya mereka menjadi uni eropa dengan status negara-negara Schengen, maka tidak ada lagi border dengan gerbang imigrasinya, jadi kadang nggak sadar kalau sudah pindah negara. Seperti perbatasan Spanyol – Portugal ini, cuma padang rumput aja gitu. Paling cuma ada tanda sign board “welcome to Portugal”. Anyway setelah melalui padang rumput dengan lading bit dan sapi-sapinya sampai juga di wilayah paling ujung barat semenanjung Iberia ini. Portugal termasuk negara tertua, tapi juga termasuk negara termiskin di Eropa. Dimasa lalu mereka punya koloni dimana-mana, tapi sekarang ya tragis gitu ya. Kolni terakhir mereka, Macau yang cuma disewa 99 tahun dari China, sudah dikembalikan sama yang punya di tahun 1999. Pun koloni mereka, Goa di India sudah direbut sejak lama oleh India. Brazil sudah lepas sejak dulu banget. Jadi tinggallah negara ini seupil plus dengan kepulauan Medeira di Atlantik.
BTW, jam di Portugal ini sama dengan GMT, alias maju satu jam dari Spanyol. Kota Lisbon adalah kota yang modern, gedungnya banyakan yang baru ketimbang bangunan lama. Ini terjadi karena pada tahun 1755 pernah terjadi gempa di Lisbon yang disertai Tsunami, menghancurkan kota ini. Saat itu gempanya diperkirakan mencapai 9 skala richter. Walhasil kota Lisbon yang sekarang adalah kota yang dibangun kembali diatas puing-puing kota lama. Ciri khas kota ini adalah Trem berwarna kuning dengan bentuk mirip mobil VW. Walau sekarang sudah diganti trem model baru, tapi trem lama ini tetap ada untuk tujuan wisata.
Tujuan wisata yang wajib kunjung adalah Jeronimos Monastery (biara Geronimo). Dibangun pada tahun 1459, bangunan ini awalnya merupakan rumah bagi ordo Hieronymte. Kemudian pada masa pemerintahan raja Mauel I, dimulailah pembangunan biara pada tahun 1501. Project ini selesai 100 tahun kemudian. Didalam biara ini terdapat makam Vasco da Gama. Yang suka sejarah, pasti tahu dong ya siapa beliau, sang explorer. Daerah-daerah pelayaran da Gama kemudian menjadi wilayah koloni Portugis, misalnya Brazil, Mozambique dan Goa, India.
Yang pantas dikunjungi juga yaitu Katedral Lisbon ( Santa Maria Maioe de Lisboa). Katedral ini awalnya dibangun tahun 1147, dan kemudian di modifikasi sana-sini mengikuti selera raja yang berkuasa, Setelah bencana gempa bumi, Katedral yang semula bergaya Roman diganti menjadi gaya Gothic pada masa Raja Alfonso IV.
Beberapa objek wisata lainnya di sini adalah jembatan 25 de Abril, yang mirip-mirip-mirip banget sama jembatan Golden Gate di San Francisco. Kenapa bisa mirip? Ya karena yang buat adalah perusahaan yang sama. Dibangun sejak 1962, jembatan ini selesai tahun 1966. Ada juga Santa Justa Lift, dulu bangunan tertinggi buat memandang kesekeliling kota Lisbon yang berbukit-bukit. Dan tak ketinggalan Belem Tower, yang dibangun di pinggir laut, yang masa lalu berfungsi sebagai pengawas kapal-kapal yang lewat dan sekarang bangunan ini menjadi Museum.
Kalau mau belanja, bisa turun di jalan “avenue da Liberdade” dijalan yang panjang lurus ini banyak toko-toko banded yang tersebar dikanan-kiri. Diujungnya ada alun-alun / Plaza Restauradores. Ada Hardrock café disini kalau yang suka koleksi kaosnya.. hehe.. Kesanaan dikit lagi ada Plaza Dom Pedro IV dengan patung dia ditengah-tengah. Ada dua air mancur cantik disini, tapi jangan terlalu dekat kalau berfoto, sebab angin disini kenceng banget sampai-sampai air mancurnya ikut ketiup angin.. bisa-bisa kebasahan nanti, haha..
Tidak banyak tempat yang dapat dikunjungi dalam waktu dua hari. Hari kedua saya meuju Fatima, sebuah kota rohani di utara Lisbon, kira-kira 120km. Walau nggak seterkenal Loudres di Perancis, tapi Bunda Maria sempat menampakkan diri disini didepan tiga anak gembala domba. Tempat ini sekarang sudah diakui Vatikan, jadilah kota Fatima menjadi salah satu kota wisata rohani Katholik. Yang unik, kalau mau berdoa dengan tradisi lama, harus jalan berlutut mengikuti garis putih yang dimaksudkan sebagai jalan kayu salib> lumayan jauh dari ujung keujung ada mungkin 300 meter.
Berawal dari 3 anak gembala (Lucia, Francisco dan Jacinta) melihat penampakan Maria ditahun 1917, sebanyak 6 kali kalau nggak salah. Kedua anak itu tidak berusia panjang, Jacinta meninggal tahun 1919 dan Francisco tahun 1920. Sementara Lucia kemudian menjadi biarawati dan meninggal tahun 2005. Sekarang, tempat penampakan Maria ditandai dengan salib kayu besar. Cara beribadahnya juga unik, kita harus berjalan dengan lutut sepanjang garis putih yang menuju ke capela das aparicoes. Disitu juga ada Chapel of the Apparitions and the Basilica of Our Lady of the Rosary, dimana didalamnya terdapat makam ketiga anak itu.
Kemudian, kembali ke Lisbon, saya mencoba naik Metro-nya. Harganya jauh-dekat € 1,40, plus tiketnya seharga €0,50 jadi total € 1,90. Tiketnya jangan dibuang, karena bisa dipakai lagi. Jadi kalau pakai tiket daur ulang ini, kita cuma bayar € 1,40 untuk pengisian selanjutnya.
Bandara Lisbon (Lisbon Portela Airport) termasuk kecil. Mungkin karena terletak dipusat kota cuma 15 menit saja dari hotel) membuatnya nggak bisa berkembang lagi. Denger-denger sih Lisbon mau bangun bandara baru, tapi nggak tau deh kapan.. apalagi sebenarnya kota ini juga bukan kota yang penting di Eropa, jadi ya nggak sibuk-sibuk amat kali ya.
Well, berakhir sudah trip jalan-jalan di Eropa tahun ini. semoga bisa balik lagi tahun depan dinegara lainnya :-p
BTW, jam di Portugal ini sama dengan GMT, alias maju satu jam dari Spanyol. Kota Lisbon adalah kota yang modern, gedungnya banyakan yang baru ketimbang bangunan lama. Ini terjadi karena pada tahun 1755 pernah terjadi gempa di Lisbon yang disertai Tsunami, menghancurkan kota ini. Saat itu gempanya diperkirakan mencapai 9 skala richter. Walhasil kota Lisbon yang sekarang adalah kota yang dibangun kembali diatas puing-puing kota lama. Ciri khas kota ini adalah Trem berwarna kuning dengan bentuk mirip mobil VW. Walau sekarang sudah diganti trem model baru, tapi trem lama ini tetap ada untuk tujuan wisata.
Tujuan wisata yang wajib kunjung adalah Jeronimos Monastery (biara Geronimo). Dibangun pada tahun 1459, bangunan ini awalnya merupakan rumah bagi ordo Hieronymte. Kemudian pada masa pemerintahan raja Mauel I, dimulailah pembangunan biara pada tahun 1501. Project ini selesai 100 tahun kemudian. Didalam biara ini terdapat makam Vasco da Gama. Yang suka sejarah, pasti tahu dong ya siapa beliau, sang explorer. Daerah-daerah pelayaran da Gama kemudian menjadi wilayah koloni Portugis, misalnya Brazil, Mozambique dan Goa, India.
Yang pantas dikunjungi juga yaitu Katedral Lisbon ( Santa Maria Maioe de Lisboa). Katedral ini awalnya dibangun tahun 1147, dan kemudian di modifikasi sana-sini mengikuti selera raja yang berkuasa, Setelah bencana gempa bumi, Katedral yang semula bergaya Roman diganti menjadi gaya Gothic pada masa Raja Alfonso IV.
Beberapa objek wisata lainnya di sini adalah jembatan 25 de Abril, yang mirip-mirip-mirip banget sama jembatan Golden Gate di San Francisco. Kenapa bisa mirip? Ya karena yang buat adalah perusahaan yang sama. Dibangun sejak 1962, jembatan ini selesai tahun 1966. Ada juga Santa Justa Lift, dulu bangunan tertinggi buat memandang kesekeliling kota Lisbon yang berbukit-bukit. Dan tak ketinggalan Belem Tower, yang dibangun di pinggir laut, yang masa lalu berfungsi sebagai pengawas kapal-kapal yang lewat dan sekarang bangunan ini menjadi Museum.
Kalau mau belanja, bisa turun di jalan “avenue da Liberdade” dijalan yang panjang lurus ini banyak toko-toko banded yang tersebar dikanan-kiri. Diujungnya ada alun-alun / Plaza Restauradores. Ada Hardrock café disini kalau yang suka koleksi kaosnya.. hehe.. Kesanaan dikit lagi ada Plaza Dom Pedro IV dengan patung dia ditengah-tengah. Ada dua air mancur cantik disini, tapi jangan terlalu dekat kalau berfoto, sebab angin disini kenceng banget sampai-sampai air mancurnya ikut ketiup angin.. bisa-bisa kebasahan nanti, haha..
Tidak banyak tempat yang dapat dikunjungi dalam waktu dua hari. Hari kedua saya meuju Fatima, sebuah kota rohani di utara Lisbon, kira-kira 120km. Walau nggak seterkenal Loudres di Perancis, tapi Bunda Maria sempat menampakkan diri disini didepan tiga anak gembala domba. Tempat ini sekarang sudah diakui Vatikan, jadilah kota Fatima menjadi salah satu kota wisata rohani Katholik. Yang unik, kalau mau berdoa dengan tradisi lama, harus jalan berlutut mengikuti garis putih yang dimaksudkan sebagai jalan kayu salib> lumayan jauh dari ujung keujung ada mungkin 300 meter.
Berawal dari 3 anak gembala (Lucia, Francisco dan Jacinta) melihat penampakan Maria ditahun 1917, sebanyak 6 kali kalau nggak salah. Kedua anak itu tidak berusia panjang, Jacinta meninggal tahun 1919 dan Francisco tahun 1920. Sementara Lucia kemudian menjadi biarawati dan meninggal tahun 2005. Sekarang, tempat penampakan Maria ditandai dengan salib kayu besar. Cara beribadahnya juga unik, kita harus berjalan dengan lutut sepanjang garis putih yang menuju ke capela das aparicoes. Disitu juga ada Chapel of the Apparitions and the Basilica of Our Lady of the Rosary, dimana didalamnya terdapat makam ketiga anak itu.
Kemudian, kembali ke Lisbon, saya mencoba naik Metro-nya. Harganya jauh-dekat € 1,40, plus tiketnya seharga €0,50 jadi total € 1,90. Tiketnya jangan dibuang, karena bisa dipakai lagi. Jadi kalau pakai tiket daur ulang ini, kita cuma bayar € 1,40 untuk pengisian selanjutnya.
Bandara Lisbon (Lisbon Portela Airport) termasuk kecil. Mungkin karena terletak dipusat kota cuma 15 menit saja dari hotel) membuatnya nggak bisa berkembang lagi. Denger-denger sih Lisbon mau bangun bandara baru, tapi nggak tau deh kapan.. apalagi sebenarnya kota ini juga bukan kota yang penting di Eropa, jadi ya nggak sibuk-sibuk amat kali ya.
Well, berakhir sudah trip jalan-jalan di Eropa tahun ini. semoga bisa balik lagi tahun depan dinegara lainnya :-p
Tuesday, October 8, 2013
Lost in Sevilla
Sevila adalah ibukota sekaligus kota terbesar dari daerah otonomi Andalusia. Ada 8 provinsi di daerah otonomus Andalusia ini, yaitu Almeia, Cadiz, Cordoba, Granada, Huelva, Jaen, Malaga dan tentunya Sevilla sendiri. Mungkin karena dekat Afrika, udaranya juga super hot, bisa mencapai 31 derajat dikala musim semi.
Di Sevilla masih bisa ditemukan peninggalan-peninggalan sisa kekuasaan bangsa moor arab dimasa lalu. Yang masih tersisa misalnya Katedral Sevilla. Dulunya mesjid sebelum hancur dan dirubah menjadi gereja. Tapi yang unik adalah menara mesjidnya masih utuh sampai sekarang, dan dirubah menjadi menara lonceng gereja. Menara ini disebut “Giralda” setinggi 105 meter. Kalau punya stamina yang cukup silahkan manjat sampai keatas. Jalan menuju ke atas menara ini dibuat melandai, dan bukan berbentuk anak tangga. Tapi tetep ya bo’ capekkk…
Didalam gereja ini juga ada makam Christopher Colombus. Sebenarnya awalanya Colombus ini dimakamkan di Valladolid, jauh di utara Spanyol, tapi kemudian atas permintaan anaknya yang saat itu menjadi gubernur di Hispanola (sekarang Republik Dominika) maka jasadnya dibawa kesana. Sewaktu Hispanola direbut Perancis tahun 1795, jasad Colombus dipindahkan ke Havana, Cuba. Setelah Cuba merdeka dari Spanyol tahun 1898, jasad Colombus akhirnya dibawa ke Sevilla, di Katedral ini. Ribet bener yaaa… hiyuh. Ironis juga karena sebenarnya dia lahir di Itali. Tapi karena dulu yang mau membiayai penjelajahannya menuju “dunia baru” cuma Spanyol, jadilah dia warga Spanyol.
Tempat lainnya yang bisa dikunjungi antara lain Torre del oro yang kalau diterjemahkan menjadi “menara emas”. Sebenarnya sama sekali nggak ada hubungannya dengan emas-emas-an, karena material yang dipakai untuk membangun menara ini adalah gabungan antara mortar, batuan lime dan jerami, dan karena posisinya tepat ditepian sungai, maka terlihat seperti warna keemas-emasan dari jauh. Dibangun diabad ke 13 oleh dinasti Al-Mohad, dikasudkan sebagai menara pengawas lalu-lintas kapal disungai Guadalquivir. Kemudian sempat menjadi penjara, dan sekarang menjadi museum.
Tempat wisata lainnya antala lain taman Maria Luisa, dan didekatnya ada Plaza de Espana. Plaza de Espana ini dibangun tahun 1929, pada saat Sevilla menjadi tuan rumah penyelenggaraan World’s fair. Didesign oleh Nicholas Forestier, bangunan ini menurut saya menjadi bangunan paling indah diseantero Sevilla hehe..
Tuesday, August 27, 2013
Lost in Granada
Ada apa di Granada? Objek wisata yang harus-harus-harus dikunjungi adalah Al Hambra. Berbau-bau arab ya? Emang sih, Ini adalah bekas istana dan sekaligus benteng peninggalan Dinasty Nasrid yang sempat menguasai selatan Spanyol. Sebenarnya awalnya dibangun sebagai benteng ditahun 889 Masehi, dan kemudian diperluas untuk istana juga ditahun 1333 oleh Yusuf I, Sultan Granada saat itu.
Alhambra dalam bahasa arab berarti “merah”. Dibangun tanpa konsep, jadi kalau ada penambahan ya diperluas saja, sehinga menjadikan kompleks istana ini bentuknya tidak persegi panjang ataupun tersusun rapi seperti istana-istana di Eropa lainnya. Tapi kalau urusan interior, wow, kereeenn.
Karena dalam islam gambar mahluk hidup seperti manusia atau hewan dilarang, maka dalam istana banyak diukir kaligrafi-kaligrafi dengan tulisan arab ataupun ukir-ukiran bergaya “arabesque” dimana-mana.
Di Alhambra ini terdapat kolam air dengan air mancur yang indah. Harus foto disini! Dan yang menjadi pusat apalagi kalau bukan air mancur “the court of the lions”. Meski katanya patung berambar hewan dilarang, tapi di air mancur yang terbuat dari marmer ini, melukiskan 12 singa yang membopong air mancur. Bagus banget!
Jalan keluar istana akan ada taman bunga mawar. Dan juga ada menara mesjid yang kemudian diubah menjadi tempat lonceng sewaktu wilayah Granada ini ditahlukkan orang Kristen. Sekarang kompleks Alhambra ini cuma dijadikan museum saja.
Wilayah Granada ini adalah wilayah muslim terakhir di semenanjung Iberia (Spanyol – Portugal sekarang) yang kemudian menyerah kepada Raja Ferdinand dan Ratu Isabella, tentunya setelah berlangsung perang Gradana selama 10 tahun (1482-1492).
Lost in Cordoba
Cordoba adalah salah satu daerah di Spanyol yang dahulu kala sempat diduduki kaum muslim Moor (bangsa di utara Afrika). Terletak di daerah otonomi Andalusia, di provinsi Cordoba. Objek wisata disini adalah Roman Bridge dan Mezquita. Mezquita ini dulunya adalah mesjid yang kemudian diubah menjadi gereja. Arsitekturnya mengingatkan kita pada mesjid Haram di Mekkah. Sekarang namanya menjadi Katedral Cordoba, walau istilah Mezquita juga masih dipakai.
Yang saya suka dari rumah-rumah di Cordoba ini adalah mereka menanam atau menggantung pot-pot didinding rumah dengan jalan-jalan lorong yang sempit. Mungkin ini untuk menangkal hawa panas daerah mediterania ini, sehingga jika bangunan berdempetan maka jalanan juga akan teduh.
Yang saya suka dari rumah-rumah di Cordoba ini adalah mereka menanam atau menggantung pot-pot didinding rumah dengan jalan-jalan lorong yang sempit. Mungkin ini untuk menangkal hawa panas daerah mediterania ini, sehingga jika bangunan berdempetan maka jalanan juga akan teduh.
Lost in Toledo
Toledo jaraknya sekitar 70km selatan Madrid, dahulu kala pernah menjadi ibu kota kekaisaran Spanyol. Dan menjadi kota kedua terpadat penduduknya didunia (waktu itu) dengan hanya 500.000 jiwa saja. Sekarang kota tua Toledo menjadi salah satu asset UNESCO semenjak tahun 1986. Jadi kita bisa lihat kota tua ini dipertahankan apa adanya, sehingga untuk masuk ke kota tua kita kudu berjalan kaki.
Beberapa objek wisata di kota Toledo ini antara lain Puerta del Sol, Puerta de Bisagra (gerbang kota) dan tentu saja Katedral Toledo yang dibangun tahun 587. Setelah ditakhlukan oleh bangsa Moor yang muslim, banyak didirikan mesjid disini. Namun setelah ditakhlukan kembali oleh Raja Alfonso VI (Raja daerah Leon dan Castile) maka banyak mesjid disini yang kemudian dirubah fungsi menjadi gereja.
Anyway sok kalau mau mampir kesini jangan lupa foto-foto yang banyak karena bagus banget arsitekturnya. Dan cuacanya lumayan hot-hot-hot, kira-kira 30 derajat dimusim semi.
Beberapa objek wisata di kota Toledo ini antara lain Puerta del Sol, Puerta de Bisagra (gerbang kota) dan tentu saja Katedral Toledo yang dibangun tahun 587. Setelah ditakhlukan oleh bangsa Moor yang muslim, banyak didirikan mesjid disini. Namun setelah ditakhlukan kembali oleh Raja Alfonso VI (Raja daerah Leon dan Castile) maka banyak mesjid disini yang kemudian dirubah fungsi menjadi gereja.
Anyway sok kalau mau mampir kesini jangan lupa foto-foto yang banyak karena bagus banget arsitekturnya. Dan cuacanya lumayan hot-hot-hot, kira-kira 30 derajat dimusim semi.
Tuesday, July 9, 2013
Lost in Madrid (again)
Ini kali kedua masuk ke Ibu kota Spanyol ini. Penyakit kota terpadat ke-3 di Eropa dengan 3,2 juta penduduk ini adalah kemacetan. Ga separah Jakarta sih tapi tetap ada antrian yang cukup panjang disetiap lampu merah. Untuk mengatasinya, seperti juga di Jakarta, banyak dibangun under-pass di kota ini. Lebih baik ketimbang fly over yang merusak pemandangan kota kali ya..
Tujuan wisatanya ya sama kayak dua tahun yang lalu, yang pasti sih mengunjungi Royal Palace. Ini adalah istana raja. Walau sekarang raja nggak tinggal disitu, tapi disaat-saat acara kenegaraan masih dipakai juga. Walaupun sekarang turis boleh masuk, tapi ruangan yang dibuka untuk umum hanya 24 dari 200 total ruangan yang ada.
Diantaranya adalah ruang penerimaan tamu-tamu raja, ruang tahta, ruang jamuan makan kenegaraan sama ruang-ruang pamer tempat diletakkannya alat-alat makan dari masa raja terdahulu. Ada juga kapel istana, ruang bilyard, ruang kerja dan ruang obat. Selebihnya masih ditutup untuk umum. Oh ya, dan dilarang menjepret sedikitpun didalam, petugasnya dengan mata melotot mengawasi disetiap ruangan. Syeremm..
Selanjutnya dibawa berjalan-jalan ke Plaza de Colon. Ada patung Colombus berdiri ditengah-tengahnya. Disitu ada Hard Rock Café Madrid, yang guess what, petugasnya orang Indonesia yang lagi magang! Haha..
Tepat dibelakang Plaza de Colon ini ada daerah Salamanca, dimana kanan-kiri jalan banyak barang-barang branded. Kalau punya uang lebih ya silahkan berlama-lama disini.. Moi? Jalan-jalan cuci mata aja. BTW disini lampu merah juga ada pengemisnya lho, nggak sebanyak Jakarta sih, paling satu orang dan biasanya pendatang seperti kaum gypsi gitu.
Lost In Zaragoza (again)
Zaragoza adalah sebuah propinsi di Spanyol, dan masuk dalam wilayah otonomi Aragon. Seperti halnya sebagian spanyol selatan, Aragon dimasa lalu juga sempat dikuasai bangsa Moor yang beragama muslim. Tapi nggak banyak yang bisa dilihat disini karena sebenarnya ini bukan termasuk kota tujuan wisata di iternary saya- jadi cuma numpang lewat- tapi lumayan lah masih bisa jalan-jalan di katedral dan alun-alunnya.
Memasuki kota ini, ditepi sungai Ebro, ada jembatan kuno yang menghubungkan dua sisi kota. Jembatan Puente de Piedra namanya, Sekarang cuma boleh jalan kaki disitu. Disebela-sebalhnya dibangun jembatan yang lebih baru buat kendaraan-kendaraan melintas.
Di alun-alun (plaza) Nuestra Senore del Pillar ini dikelilingi bangunan-bangunan kuno seperti Basilika of Our Lady of the Pillar, Museum dan Katedral La seo serta toko-toko souvenir disekitarnya. Harusnya bisa jalan-jalan agak lama ya, biar bisa mengeksplor kota tua ini. Kapan-kapan deh ya.. hehe..
Lost in Barcelona (again)
Setelah mendapat amplop formulir permohonan visa schengen via kedubes Spanyol, akhirnya berangkat juga ke negara satu ini. Dua tahun lalu sudah pernah sih kemari, tapi tahun ini selain Barcelona dan Madrid, bisa menyusuri bagian selatan Spanyol lebih banyak plus ke negara sebelahnya, Portugal.
Beda dari sebelumnya, kali ini jalan-jalan pakai maskapai KLM. Belum pernah naik maskapai penerbangan Belanda ini sebelumnya, pingin coba sih, tapi kalau baca rangking Skytrax KLM masih bintang 3, dibawah Emirates, Turkish, bahkan Garuda Indonesia, kok rada-rada meragukan. Ditambah aturan bagasi yg ketat (kabin 12 kg + bagasi max 1 koper dengan berat max 23kg) jauh dibawah Emirates atau Turkish yang boleh sampai 30kg. Tapi berhubung seat penuh ya mau gimana lagi, nikmati aja, toh nanti juga transit di Schipol Amsterdam, never been there before, ke bandara yang menempati ranking ke-3 tahun 2013 sebagai bandara terbaik didunia versi Skytrax. Pingin liat-liat :-D
Penerbangan KLM dari Jakarta ini nggak direct langsung ke AMS tapi harus transit dulu di KLIA, Kuala Lumpur. Kita dapat terminal satelit di KLIA yang megah, nunggu kira-kira 1jam-an. Lumayan bisa jalan-jalan. Kalau penerbangan dari JKT ga begitu padat, maka penumpang yang naik dari KL ini lumayan banyak. Dan mulailah menempuh 13 jam perjalanan ke Amsterdam, yang diwarnai dengan guncangan turbulence yang mengawali sekitar 1/3 perjalanan diawal.
Pesawat yang dipakai Boeing 777-300ER, lumayan lah, ada personal TV disetiap kursi. Makanannya enak walau porsinya sedikit hehe. Film-filmnya ga begitu banyak tapi lumayan update. Tapi jangan bayangkan ada bidadara-bidadari cantik yang melayani selama penerbangan. Pramugara-i KLM ini kebanyakan tuir-tuir sih, tapi ramah.
Mendarat di Schipol, jam harus dimundurkan 5 jam. Sebenarnya Waktu Eropa mulai Spanyol sampai Jerman itu GMT+1, tapi berhubung sudah musim semi menjelang musim panas, maka waktu dimajukan sejam. Istilahnya “Daylight Saving Time” Kalau di Belanda, DST ini berlaku mulai musim semi 31 Maret berakhir sampai bulan Oktober nanti. Biar dimajuin, tetep aja jam 9 malam langit masih terang. Biasanya gelap itu setelah jam 10 malam. Transit di Schipol sekitar 1,5 jam, kemudian pindah pesawat. Gegara mencari tumbler koleksi, saya memisahkan diri dari rombongan, dan karena bandara Schipol ini gede banget, saya nyasar :-/ Ternyata untuk menuju Gate yang ditentukan, harus melalui imigrasi. Jadi walaupun visa saya Spanyol, tapi di capnya di imigrasi Belanda, bukan Spanyol. Baiklah, beruntung masih ada waktu untuk ke Gate-nya. Dan pesawat KLM selanjutnya berjenis B737-800, satu gang dan tanpa TV. Untung perjalanan hanya 2 jam saja, jadi biar be-te ya dibetah-betahin aja. Hidanganpun cuma roti yang rasanya nggak enakkk..
Bandara Barcelona terletak ditepi laut. Menjelang mendarat, kamu bisa melihat ikan lumba-lumba yang berloncatan disana. Fantastik!. Mendarat disini, udah nggak lewat imigrasi lagi, langsung aja keluar. Bandara Barcelona ini modern, bersih dan lapang. Ya kalau dibanding-bandingin sama bandara Soetta tercinta kok keliatan banget jomplangnya ya, haha.. Bandara ini bernama El Prat, terletak 12 km dari pusat kota. Cuacanya lagi bagus, anginnya dingin.
Sekilas tentang Barcelona, kalau yang lupa dulu saya pernah cerita waktu kunjungan pertama dua tahun yang lalu – adalah salah satu dari 17 wilayah otonomi di Spanyol. Bernama asli Catalunya (Katalonia) dengan luas wilayah 32.114km2, mempunyai 4 provinsi yaitu Barcelona (merangkap Ibukota Katalonia), Girona, Lleida dan Tarragona. Catalonia mempunyai bahasa sendiri yang sangat berbeda dari bahasa Spanyol (lebih dekat ke Bahasa Perancis), jadi dimana-mana sign board terdiri dari bi-lingual, Katalan dan Spanyol, plus Inggris. Catalonia mempunyai parlemen sendiri dan juga mempunyai Presiden sendiri. Saat ini Catalonia lagi berjuang untuk kemerdekaan yang nampaknya mustahil, walau 2/3 anggota parlemen disana menyetujui memisahkan diri, tapi tetap tidak digubris pemerintah pusatnya di Madrid. Jadi jangan heran kalau kesana dimana-mana berkibar bendera separatisme, tapi beda dengan di Aceh misalnya yang buat pemerintah pusat ketar-ketir, disana sepertinya pemerintah pusat di Madrid cuek bebek aja. Mungkin perinsipnya terserah deh mau ngapain aja, asal jangan minta merdeka :-P
Kalau ngomongin Barcelona, pasti ingat Antoni Gaudi. Dia seorang arsitek dan seniman kenamaan asli dari Catalonia. Lahir tahun 1852, dan meninggal secara tragis tahun 1926, ketabrak trem. Waktu itu dia berpakaian biasa, sehingga orang-orang mengira dia pengemis, sehingga tidak langsung mendapatkan pertolongan sehingga akhirnya meninggal. Karyanya yang terkenal dan menjadi kunjungan wajib wisatawan antara lain :
Sagrada Familia
Ini adalah gereja katedral kenamaan di Barcelona karya Gaudi. Ciri khasnya Gaudi ini adalah tema-tema berbau alam, jadi ada ukir-ukiran daun buah-buah, kuncup bunga, binatang-binatang seperti kura-kura diantara diorama semenjak kelahiran Yesus hingga penyaliban di gereja ini. Pembangunannya dimulai tahun 1882. Ia mengerjakan proyek ini selama 40 tahun sebelum akhirnya meninggal. Sampai kini pembangunan gereja ini terus berjalan, dan diprediksi akan selesai tahun 2026, bertepatan dengan selesainya Subway Jakarta. Ya ampuunn.. *gubrak*
Gaudi Park
Taman Gaudi ini tadinya adalah proyek Gaudi untuk membuat perumahan, tentu saja rumah-rumahnya rancangan dia. Tapi yang terbangun baru ada unit contohnya saja (dimana dia juga sempat tinggal disitu). Masalahnya, rumah rancangan Gaudi ini rada-rada nyentrik dan aneh untuk ukuran saat itu, jadi kemungkinan proyek perumahan ini sepi peminat dan tidak laku. Tapi sekarang menjadi masterpiece dan menjadi objek wisata. Ciri Gaudi lainnya adalah tempelan-tempelan keramik yang warna-warni.
Casa Batllo & Casa Mila
Casa Batllo ini nama aslinya Casa Dels Ossos ( Rumah Tulang) rancangannya sedikit seram, menyerupai tulang belulang manusia, tadinya dibangun untuk seorang kaya di Barcelona, sekarang menjadi museum. Sementara Casa Mila adalah bangunan berbentuk seperti rumput laut, atau debur ombak. Terlihat kontras dengan gedung-gedung disebelahnya. Kedua bangunan ini terletak dijalan Passeig de Gracia.
Tempat wisata lainnya adalah stadion Olimpic. Seperti kita tahu Barcelona satu-satunya kota diwilayah Spanyol yang berhasil menyelenggarakan event olahraga internasional ini di tahun 1990. Nggak jauh dari situ ada tempat objek wisata lainnya yaitu Spanish Village, semacam taman mini-nya Spanyol, dimana didalamnya terdapat contoh-contoh bangunan dari seluruh wilayah di Spanyol. Spanish Village atau nama sananya Poble Espanyol. Didekat-dekat situ ada sebuah bukit dengan pemadangan langsung ke laut Barcelona, namanya bukit sants Montjuic. Pemandangannya bagus, kalau mau foto-foto disini.
Agak ke utara Barcelona, terdapat biara Monsserat yang terkenal. Terletak terpencil diantara gunung berbatu dengan pemandangan yang sangat indah. Disini kamu bisa menemukan patung Black Madonna (Virgin of Monsserat) yang terkenal itu. Menurut cerita, patung kayu ini dibuat di Jerussalem pada awal kekristenan, tapi menurut gaya ukirannya diperkirakan patung ini dibuat pada abad ke 12. Kenapa wajahnya bisa hitam? Well menurut cerita, karena dahulu belum ada listrik, maka pencahayaan hanya berasal dari lilin. Asap dan panas lilin yang terus-menerus dipercaya membuat patung ini menjadi hitam. Kemungkinan yang hitam bukan hanya wajah, tetapi bagian badannya kemungkinan dicat ulang terus menerus, jadi alhasil tinggal wajahnya saja yang menghitam.
Patung Maria ini dalam posisi duduk, sambil memangku bayi Yesus. Sebelah tangannya memegang semacam bola. Walau keseluruhan patung sekarang dilapisi kaca, tapi sebagian bola dunia ini sebagian menyembul keluar. Jadi para peziarah bisa meletakkan tangannya disitu sambil berdoa. Katanya sih – katanya – doa kamu akan dikabulkan kalau berdoa sambil memegang bola itu.
Kemudian… mari lanjut ke Zaragoza..
Thursday, April 18, 2013
Kicking Henk
Akhirnya saya berani meng-kick si Henk.
Kalau ditelusuri, Henk termasuk temen saya sejak jaman dahulu kala. C’est ne pas de problem sebenarnya kalau bukan karena saya bosan denger seluruh curhatnya yang berisi 99,9% keluhan tentang hidupnya, seolah-olah jadi orang paling malang sedunia-akherat. Hiyuhh..
Sebenarnya ada dua macam curhat didunia ini :
1. Curhat untuk minta pendapat dan mencari solusi
2. Curhat ya sekedar curhat, ga butuh masukan apa-apa.
Nggak ada masalah kalau curhatan si Henk itu masuk kategori dua, tapi masalahnya dia selalu pakai embel2 “menurut lo gimana?” ya ga salah dong kalau gue jawab menurut pandangan gue. Haha..
Selama ini (kalau menurut saya) beliau haya mau mendengar apa yang dia mau dengar. Kalau ada beda pendapat, pasti di sangkal. Kayaknya seluruh dunia harus mengerti posisi dia, sehingga yang lain harus mengalah. Well, trus apa dong solusinya? Kalau sudah tau titik masalahnya, kenapa harus cari penyebabnya?
Selama ini karena alasan sopan santun dan adat ketimuran (huek) saya sih dengerin aja sambil muntah-muntah. Dulu saya bisa dengerin dia berjam-jam. Sekarang, kadang bbm dia cuma saya liat ga dibales, atau malah saya end-chat sebelum dibaca. Capek nggak sih mendengar cerita yang sama diulang-ulang terus kayak kaset rusak, kayaknya setiap hari adaaaa aja masalahnya. Kenapa nggak sesekali cerita mengenai nuklir Korea Utara, gitu.. atau perang Afganistan kek, biar hidup itu ada variasinya.
Terakhir, dia ikut fitness, mau bentuk badan katanya. Suka miris nggak sih kalau ada orang yang berfikiran kalau badan udah bagus semua orang bakal ngerubutin? Emangnya kamu gigolo? Banyak juga yang badan bagus tapi njomblo. Apalagi kalau dikaruniai bentuk wajah yang biasa-biasa aja kayak saya ini, udh ada yang mau aja bersyukur banget, haha..
Jadi ceritanya terakhir dia mengeluh lagi tentang pacarnya (katanya) yang baru jalan 2 bulan, yang mau bisnis dengan mantan cem2annya, dengan embel2 “ Kalau menurut lo gimana?” Pertanyaan yang aneh. Emang gue bisa apa? Emang gue bisa merubah pikiran pacar kamu biar nggak berbisnis dengan mantan cem2annya? Sebelumnya dia juga pernah ngeluh karena ibu pacarnya nginep kelamaan di apartemen pacarnya ini, lha terus gue harus ngusir ibunya gitu? Apa pacarnya disuruh ngusir ibunya sendiri? Hadoohh…
Ya sudahlah. Kemarin saya bilang aja begini. Cuma ada dua solusi buat lo :
1. Nggak usah pacaran sama sekali
2. Piara brondong, jadi kamu bisa atur hidupnya semau kamu, dengan konsekwensi ya nafkahi hidupnya.
Dan diapun marah. Tapi saya puas.. haha..
Kalau ditelusuri, Henk termasuk temen saya sejak jaman dahulu kala. C’est ne pas de problem sebenarnya kalau bukan karena saya bosan denger seluruh curhatnya yang berisi 99,9% keluhan tentang hidupnya, seolah-olah jadi orang paling malang sedunia-akherat. Hiyuhh..
Sebenarnya ada dua macam curhat didunia ini :
1. Curhat untuk minta pendapat dan mencari solusi
2. Curhat ya sekedar curhat, ga butuh masukan apa-apa.
Nggak ada masalah kalau curhatan si Henk itu masuk kategori dua, tapi masalahnya dia selalu pakai embel2 “menurut lo gimana?” ya ga salah dong kalau gue jawab menurut pandangan gue. Haha..
Selama ini (kalau menurut saya) beliau haya mau mendengar apa yang dia mau dengar. Kalau ada beda pendapat, pasti di sangkal. Kayaknya seluruh dunia harus mengerti posisi dia, sehingga yang lain harus mengalah. Well, trus apa dong solusinya? Kalau sudah tau titik masalahnya, kenapa harus cari penyebabnya?
Selama ini karena alasan sopan santun dan adat ketimuran (huek) saya sih dengerin aja sambil muntah-muntah. Dulu saya bisa dengerin dia berjam-jam. Sekarang, kadang bbm dia cuma saya liat ga dibales, atau malah saya end-chat sebelum dibaca. Capek nggak sih mendengar cerita yang sama diulang-ulang terus kayak kaset rusak, kayaknya setiap hari adaaaa aja masalahnya. Kenapa nggak sesekali cerita mengenai nuklir Korea Utara, gitu.. atau perang Afganistan kek, biar hidup itu ada variasinya.
Terakhir, dia ikut fitness, mau bentuk badan katanya. Suka miris nggak sih kalau ada orang yang berfikiran kalau badan udah bagus semua orang bakal ngerubutin? Emangnya kamu gigolo? Banyak juga yang badan bagus tapi njomblo. Apalagi kalau dikaruniai bentuk wajah yang biasa-biasa aja kayak saya ini, udh ada yang mau aja bersyukur banget, haha..
Jadi ceritanya terakhir dia mengeluh lagi tentang pacarnya (katanya) yang baru jalan 2 bulan, yang mau bisnis dengan mantan cem2annya, dengan embel2 “ Kalau menurut lo gimana?” Pertanyaan yang aneh. Emang gue bisa apa? Emang gue bisa merubah pikiran pacar kamu biar nggak berbisnis dengan mantan cem2annya? Sebelumnya dia juga pernah ngeluh karena ibu pacarnya nginep kelamaan di apartemen pacarnya ini, lha terus gue harus ngusir ibunya gitu? Apa pacarnya disuruh ngusir ibunya sendiri? Hadoohh…
Ya sudahlah. Kemarin saya bilang aja begini. Cuma ada dua solusi buat lo :
1. Nggak usah pacaran sama sekali
2. Piara brondong, jadi kamu bisa atur hidupnya semau kamu, dengan konsekwensi ya nafkahi hidupnya.
Dan diapun marah. Tapi saya puas.. haha..
Thursday, February 21, 2013
Uniknya Dunia (Part.1)
Karena alasan sejarah, sebenarnya banyak hal-hal mengenai geografi suatu negara yang unik, yang kalau dipikir-pikir jadi pertanyaan “kok bisa sih?” trus apa aja itu? Menurut saya sih, ada beberapa, diantaranya :
Nahwa (Uni Emirat Arab - Oman)

Didalam wilayah Uni Emirat Arab (tepatnya dinegara bagian Fujairah) ada enclave Negara Oman yang bernama Madha. Tapi yang bikin unik, didalam wilayah Madha ini ada lagi eclave Uni Emirat Arab bernama Nahwa. Tapi daerah Nahwa ini sebenarnya masuk kedalam wilayah negara bagian Sharjah. Nah..bingung nggak?
Baarle-Nassau (Belanda - Belgia)

Didalam Negara Belanda, terdapat enclave yang saling tumpang tindih dengan Negara Belgia. Hal ini berasal dari jaman dahulu, Diabad pertengahan yang lalu, daerah itu menjadi kekuasaan bangsawan (duchy)Brabant dan bangsawan Breda. Tanah-tanah itu diperjual belikan diantara bangsawan, sampai akhirnya pada saat Negara tersebut berdiri sendiri-sendiri, diadakan perjanjian Maastricht ditahun 1843, yang juga mebuat perbatasan Belanda - Belgia di wilayah Baarle-Nassau ini menjadi unik.
Cooch Behar (India - Bangladesh)


Terdapat pembagian wilayah yang rumit di distrik Cooch Behar, India, dimana terdapat wilayah yang tumpang tindih disana. India punya enclave diwilayah Bangladesh, dan Bangladesh juga mempunyai enclave diwilayah India. Ribet deh. Awalnya, ada dua kerajaan disana, yaitu kerajaan Cooch Behar dan Kerajaan Rangpur. Dahulu kalau mengadakan permainan catur, maka tanah dijadikan taruhannya. pihak yang kalah memberi tanah. Ketika kemudian merdeka, Daerah Cooch Behar masuk kewilayah India, sementara wilayah Rangpur bergabung dengan Pakistan Timur (yang kemudian merdeka menjadi Negara Bangladesh sekarang), Jadi kalau melihat peta, silahkan kebingungan lihatnya.
Livia (Spanyol - Perancis)

Llivia adalah wilayah provinsi Catalonia (Spanyol) yang terletak didalam negara Perancis. Perjanjian Pyrenees tahun 1659 menyatakan bahwa semua desa diwilayah itu masuk ke wilayah Perancis, namun Llivia dianggap kota, bukan desa maka menjadi tetap masuk wilayah Catanolia (Spanyol)
Campione (Italia - Swiss)

Campione d'Italia adalah sebuah exclave mini seluas 1,6km2 terletak diwilayah Swiss, dipinggiran danau Lugano. Sejarahnya berawal dari tahun 777 saat tuan tanah saat itu, Toto (kayak nama closet ya) mewariskan tanah itu kepada uskup agung Milan. Tapi pada tahun 1521 daerah itu diberikan Paus Julius II kepada Swiss sebagai tanda terima kasih karena sudah mendukung perang suci. Namun wilayah Campione tetap dipertahankan oleh biara. Pada tahun 1798, wilayah Tucino memutuskan bergabung menjadi wilayah Swiss, sementara Campione tetap menjadi wilayah Italia.
Büsingen (Jerman - Swiss)
+busingen.PNG)
Büsingen adalah wilayah Jerman seluas 7,62km2 yang terletak diwilayah Swiss, dekat kota Schaffhausen. Walaupun sebenarnya masuk administrasi Jerman, tetapi secara defacto (ekonomi dan pabean) masuk ke sistem Swiss, Nah lo..
Nahwa (Uni Emirat Arab - Oman)
Didalam wilayah Uni Emirat Arab (tepatnya dinegara bagian Fujairah) ada enclave Negara Oman yang bernama Madha. Tapi yang bikin unik, didalam wilayah Madha ini ada lagi eclave Uni Emirat Arab bernama Nahwa. Tapi daerah Nahwa ini sebenarnya masuk kedalam wilayah negara bagian Sharjah. Nah..bingung nggak?
Baarle-Nassau (Belanda - Belgia)
Didalam Negara Belanda, terdapat enclave yang saling tumpang tindih dengan Negara Belgia. Hal ini berasal dari jaman dahulu, Diabad pertengahan yang lalu, daerah itu menjadi kekuasaan bangsawan (duchy)Brabant dan bangsawan Breda. Tanah-tanah itu diperjual belikan diantara bangsawan, sampai akhirnya pada saat Negara tersebut berdiri sendiri-sendiri, diadakan perjanjian Maastricht ditahun 1843, yang juga mebuat perbatasan Belanda - Belgia di wilayah Baarle-Nassau ini menjadi unik.
Cooch Behar (India - Bangladesh)
Terdapat pembagian wilayah yang rumit di distrik Cooch Behar, India, dimana terdapat wilayah yang tumpang tindih disana. India punya enclave diwilayah Bangladesh, dan Bangladesh juga mempunyai enclave diwilayah India. Ribet deh. Awalnya, ada dua kerajaan disana, yaitu kerajaan Cooch Behar dan Kerajaan Rangpur. Dahulu kalau mengadakan permainan catur, maka tanah dijadikan taruhannya. pihak yang kalah memberi tanah. Ketika kemudian merdeka, Daerah Cooch Behar masuk kewilayah India, sementara wilayah Rangpur bergabung dengan Pakistan Timur (yang kemudian merdeka menjadi Negara Bangladesh sekarang), Jadi kalau melihat peta, silahkan kebingungan lihatnya.
Livia (Spanyol - Perancis)
Llivia adalah wilayah provinsi Catalonia (Spanyol) yang terletak didalam negara Perancis. Perjanjian Pyrenees tahun 1659 menyatakan bahwa semua desa diwilayah itu masuk ke wilayah Perancis, namun Llivia dianggap kota, bukan desa maka menjadi tetap masuk wilayah Catanolia (Spanyol)
Campione (Italia - Swiss)

Campione d'Italia adalah sebuah exclave mini seluas 1,6km2 terletak diwilayah Swiss, dipinggiran danau Lugano. Sejarahnya berawal dari tahun 777 saat tuan tanah saat itu, Toto (kayak nama closet ya) mewariskan tanah itu kepada uskup agung Milan. Tapi pada tahun 1521 daerah itu diberikan Paus Julius II kepada Swiss sebagai tanda terima kasih karena sudah mendukung perang suci. Namun wilayah Campione tetap dipertahankan oleh biara. Pada tahun 1798, wilayah Tucino memutuskan bergabung menjadi wilayah Swiss, sementara Campione tetap menjadi wilayah Italia.
Büsingen (Jerman - Swiss)
Büsingen adalah wilayah Jerman seluas 7,62km2 yang terletak diwilayah Swiss, dekat kota Schaffhausen. Walaupun sebenarnya masuk administrasi Jerman, tetapi secara defacto (ekonomi dan pabean) masuk ke sistem Swiss, Nah lo..
Friday, January 4, 2013
Mari Berasuransi
Nggak berasa udah hampir 10 tahun ikutan asuransi. Ga berasa ya, waktu berjalan begitu cepat , dan syukur Alhamdulillah selama ini nggak ada masalah kesehatan yang serius yang mengharuskan saya untuk rawat inap di rumah sakit. Sudah lama disarankan untuk jadi agen asuransi, tapi saya merasa nggak punya kemampuan untuk meyakinkan orang. Karena menjual asuransi itu perlu “tenaga ekstra” dibandingkan dengan mungkin, agen kartu kredit, KTA atau penjualan jasa keuangan perbankan. Kenapa? Karena asuransi itu produknya tidak kasat mata (seperti misalnya KTA misalnya) dan masa tunggunya lama, 10 tahun minimal.
But anyway, biar bukan agen tapi saya masih bisa mendapatkan poin dari program member get member. Lumayan bisa ditukar dengan tiket perjalanan wisata.
Menjual produk asuransi itu ada yang bilang gampang, ada yang bilang berat. Secara umun asuransi dibagi dua, asuransi jiwa dan asuransi general. Menjual asuransi general lebih gampang karena (aneh)nya orang-orang Indonesia ini, jika dengan budget yang terbatas dan disuruh memilih, lebih memilih mengasuransikan mobilnya ketimbang jiwanya.
Asuransi sepengamatan saya yang awam ini sudah lumayan bagus ketimbang dahulu. Masih ingat dahulu kala ikut asuransi itu yah angus kalau ada klaim, atau dibalikin penuh jika dalam 10 tahun tidak ada klaim, sesuai dengan apa yang kita bayarkan.
Sekarang asuransi sudah lebih maju, sadar penduduk Indonesia ini paling ogah rugi, dibuatlah sistem link, yaitu asuransi yang juga merangkap investasi. Mungkin tidak seagresif reksadana hasilnya, tapi dibandingkan bunga bank yang cuma 1 – 3% atau deposito yang maksimal 5%, hasil dari unit link ini ya lebih-lebih la yaa..
Seorang teman saya menutup asuransinya karena “kata teman” sebaiknya asuransi dan investasi tidak dicampur. Lah, salahnya dimana ya? Anggap aja unit link itu bonus, fokusnya asuransi itu kan tetap untuk proteksi kesehatan? Dan tau nggak, sebulan setelah dia tutup itu asuransinya, tiba-tiba dia harus rawat inap di RS. Ironis.
Menurut apa yang saya baca, sebenarnya idealnya kita harus punya tabungan siap siaga dibank untuk masa 3 bulan bertahan hidup, atau 3 bulan gajilah. Setelah itu terpenuhi, hal yang harus anda lakukan pertamakali adalah ambil Asuransi! Baru setelah itu kalau masih ada lebih ambillah reksadana, investasi logam mulia atau apalah. Banyak tabungan jadi nggak berharga kalau anda sakit kan? Justru tabungan, emas, hartabenda dan uang cash yang melayang jika anda sakit untuk membayar biaya pengobatan. Padahal kalau dipikir-pikir, asuransi dengan premi 350.000 itu sama dengan dua kali karaoke, atau 3 kali makan-makan diluar sama teman-teman. Betul ndak?
Tips-tips waktu akan membeli produk asuransi :
1. Pastikan kalau diri kita sudah paham apa itu asuransi
Asuransi ya untuk proteksi. Ngga ada yang jamin kalau kita bakalan sehat terus, pun kalau kita udah kena penyakit mana ada asuransi yang mau nerima kamu? Jadi jaga-jaga jika terjadi apa-apa, cobalah ambil. Apalagi kalau sudah berkeluarga atau punya anak. Memang asuransi tidak menggantikan nyawa, tapi orang yang anda tinggalkan juga perlu santunan kan? THINK.
2. Jangan pernah membeli asuransi karena SUKA dengan agennya
Banyak kasus orang membeli asuransi karena pingin PDKT sama salesnya. Begitu sadar nggak dapat respons, asuransi ditutup. Sadar nggak sih kalau itu merugikan anda dan merugikan agennya juga?
Seorang agen apapun itu, memang dituntut untuk menarik, walau ngga selalu juga sih. Sekarang jika anda dihampiri dua agen asuransi, yang satu model abang-abang, yang satu penampilan rapih dan wangi… Udah deh secara psikologi anda lebih mempercayai agen yang kinclong itu, walau mungkin belum kenal dekat. Tapi sekeren-kerennya agen asuransi kamu, baca lagi ya point nomor satu. Asuransi itu buat proteksi, bukan buat nyari jodoh! *toyor*
3. Jangan pernah menutup asuransi untuk mengambil asuransi lainnya.
Ini klasik. Anda sudah ambil asuransi X tiba–tiba kucuk-kucuk entah pacar, calon pacar, atau saudara yang kebetulan juga kerja jadi agen asuransi, menawarkan asuransi Y. Sebenarnya saran saya sih kalau anda sudah ambil asuransi X ya sudah lanjutkan saja, kecuali masih ada dana dan mau membuka asuransi baru, bolehlah ambil asuransi Y. Kenapa? Ya rugi dong.. kamu udah bayar premi untuk asuransi X, dan dana belum berkembang udah ditutup. Padahal mengambil asuransi Y kamu sudah dihitung usia baru yang pastinya biaya asuransinya lebih mahal. Makanya dari dulu saya tidak pernah menyuruh orang menutup asuransinya untuk membuka asuransi baru, karena hal itu benar-benar tidak etis dan menyesatkan. Tapi yah namanya juga saingan, sikut-sikutan pasti ada, cuma orang goblok aja yang mau menutup asuransi lama guna membuka asuransi baru.
4. Dan sabar.. iya sabar..
Pengembangan dana unit link itu baru berasa ditahun ke-3, lebih kencang ditahun ke-5 dan seterusnya. Kadang pusing dengan pertanyaan, kok nilai investasi gue cuma segini? Ya balik lagi ke poin nomor satu. Tujuan pokoknya untuk proteksi! Nanti setelah 10 tahun silakan ambil nilai tunainya buat apa saja, beli rumah, pendidikan anak, atau buat kawin lagi, terserah.
Baiklah, selamat berasurasi, semoga tips-tips diatas bisa membantu :-P
But anyway, biar bukan agen tapi saya masih bisa mendapatkan poin dari program member get member. Lumayan bisa ditukar dengan tiket perjalanan wisata.
Menjual produk asuransi itu ada yang bilang gampang, ada yang bilang berat. Secara umun asuransi dibagi dua, asuransi jiwa dan asuransi general. Menjual asuransi general lebih gampang karena (aneh)nya orang-orang Indonesia ini, jika dengan budget yang terbatas dan disuruh memilih, lebih memilih mengasuransikan mobilnya ketimbang jiwanya.
Asuransi sepengamatan saya yang awam ini sudah lumayan bagus ketimbang dahulu. Masih ingat dahulu kala ikut asuransi itu yah angus kalau ada klaim, atau dibalikin penuh jika dalam 10 tahun tidak ada klaim, sesuai dengan apa yang kita bayarkan.
Sekarang asuransi sudah lebih maju, sadar penduduk Indonesia ini paling ogah rugi, dibuatlah sistem link, yaitu asuransi yang juga merangkap investasi. Mungkin tidak seagresif reksadana hasilnya, tapi dibandingkan bunga bank yang cuma 1 – 3% atau deposito yang maksimal 5%, hasil dari unit link ini ya lebih-lebih la yaa..
Seorang teman saya menutup asuransinya karena “kata teman” sebaiknya asuransi dan investasi tidak dicampur. Lah, salahnya dimana ya? Anggap aja unit link itu bonus, fokusnya asuransi itu kan tetap untuk proteksi kesehatan? Dan tau nggak, sebulan setelah dia tutup itu asuransinya, tiba-tiba dia harus rawat inap di RS. Ironis.
Menurut apa yang saya baca, sebenarnya idealnya kita harus punya tabungan siap siaga dibank untuk masa 3 bulan bertahan hidup, atau 3 bulan gajilah. Setelah itu terpenuhi, hal yang harus anda lakukan pertamakali adalah ambil Asuransi! Baru setelah itu kalau masih ada lebih ambillah reksadana, investasi logam mulia atau apalah. Banyak tabungan jadi nggak berharga kalau anda sakit kan? Justru tabungan, emas, hartabenda dan uang cash yang melayang jika anda sakit untuk membayar biaya pengobatan. Padahal kalau dipikir-pikir, asuransi dengan premi 350.000 itu sama dengan dua kali karaoke, atau 3 kali makan-makan diluar sama teman-teman. Betul ndak?
Tips-tips waktu akan membeli produk asuransi :
1. Pastikan kalau diri kita sudah paham apa itu asuransi
Asuransi ya untuk proteksi. Ngga ada yang jamin kalau kita bakalan sehat terus, pun kalau kita udah kena penyakit mana ada asuransi yang mau nerima kamu? Jadi jaga-jaga jika terjadi apa-apa, cobalah ambil. Apalagi kalau sudah berkeluarga atau punya anak. Memang asuransi tidak menggantikan nyawa, tapi orang yang anda tinggalkan juga perlu santunan kan? THINK.
2. Jangan pernah membeli asuransi karena SUKA dengan agennya
Banyak kasus orang membeli asuransi karena pingin PDKT sama salesnya. Begitu sadar nggak dapat respons, asuransi ditutup. Sadar nggak sih kalau itu merugikan anda dan merugikan agennya juga?
Seorang agen apapun itu, memang dituntut untuk menarik, walau ngga selalu juga sih. Sekarang jika anda dihampiri dua agen asuransi, yang satu model abang-abang, yang satu penampilan rapih dan wangi… Udah deh secara psikologi anda lebih mempercayai agen yang kinclong itu, walau mungkin belum kenal dekat. Tapi sekeren-kerennya agen asuransi kamu, baca lagi ya point nomor satu. Asuransi itu buat proteksi, bukan buat nyari jodoh! *toyor*
3. Jangan pernah menutup asuransi untuk mengambil asuransi lainnya.
Ini klasik. Anda sudah ambil asuransi X tiba–tiba kucuk-kucuk entah pacar, calon pacar, atau saudara yang kebetulan juga kerja jadi agen asuransi, menawarkan asuransi Y. Sebenarnya saran saya sih kalau anda sudah ambil asuransi X ya sudah lanjutkan saja, kecuali masih ada dana dan mau membuka asuransi baru, bolehlah ambil asuransi Y. Kenapa? Ya rugi dong.. kamu udah bayar premi untuk asuransi X, dan dana belum berkembang udah ditutup. Padahal mengambil asuransi Y kamu sudah dihitung usia baru yang pastinya biaya asuransinya lebih mahal. Makanya dari dulu saya tidak pernah menyuruh orang menutup asuransinya untuk membuka asuransi baru, karena hal itu benar-benar tidak etis dan menyesatkan. Tapi yah namanya juga saingan, sikut-sikutan pasti ada, cuma orang goblok aja yang mau menutup asuransi lama guna membuka asuransi baru.
4. Dan sabar.. iya sabar..
Pengembangan dana unit link itu baru berasa ditahun ke-3, lebih kencang ditahun ke-5 dan seterusnya. Kadang pusing dengan pertanyaan, kok nilai investasi gue cuma segini? Ya balik lagi ke poin nomor satu. Tujuan pokoknya untuk proteksi! Nanti setelah 10 tahun silakan ambil nilai tunainya buat apa saja, beli rumah, pendidikan anak, atau buat kawin lagi, terserah.
Baiklah, selamat berasurasi, semoga tips-tips diatas bisa membantu :-P
Subscribe to:
Comments (Atom)







