Monday, May 23, 2011

Dubai is Lebai...

1 Mei 2011, saya berkesempatan untuk ikut tour ke Eropa. Berhubung transit di Dubai, kenapa nggak sekalian jalan-jalan dikota ini... Kalau liat internet, atau nonton National Geographic liat pembangunan Dubai, jadi ngiler pingin kesana. Sekilas info, Dubai adalah salah satu dari 7 ke-emirat-an yang bergabung menjadi Negara Uni Emirat Arab. Bahrain dan Qatar pernah diundang untuk join, tapi menolak dan akhirnya mendirikan negara sendiri. Dulu, kita taunya Abu Dhabi, Ibu kota negara ini. Abu Dhabi memang keemiratan paling luas dibanding 6 emirat lainnya, mungkin karena itu dipilih menjadi Ibu Kota. Tapi kemudian Dubai yang luasnya Cuma 4.114 km2 tiba-tiba dikenal dunia dengan pembangunan property-nya yang fantastis…



Siapa yang nggak tau Palm Al-Jumeirah, pulau buatan berbentuk pohon palm itu dibangun selesai dibangun tahun 2001, disusul kemudian dengan pulau The World dan Palm Jebel Ali, Terakhir Palm Deira (yang menjadi pulau buatan terbesar di dunia). Selain pulau-pulau buatan, Dubai juga pesat dengan pembangunan gedung-gedung, sampai yang terakhir Burj Al-Khalifa, bangunan tertinggi di dunia setinggi 828 meter. Gedung ini harusnya bernama Burj Al-Dubai, tapi pada tahun 2008 pembangunannya terancam mandeg karena krisis ekonomi global, dan Dubai meminta bantuan si saudara tua, Abu Dhabi untuk menalangi krisis-nya, sehingga sebagai penghormatan nama Burj Al-Dubai dirubah menjadi Burj Al-Khalifa.

Dulu kalau persawat transit pasti ke Abu Dhabi, sekarang pesawat pada transit di Dubai. Karena saya naik Emirates, mesti transit di Dubai, jadi sekalian aja jalan-jalan. Kotanya gersang, dibangun diatas padang pasir, tapi dimana-mana ada bunga warna-warni bagus banget. Jadi heran gimana bunga-bunga itu bisa tumbuh ditanah yang tandus. Ternyata rahasianya ditanah ditanam pipa plastik yang dilubangi kecil, sehingga air selalu menetes (jadi bukan model siram seperti disini). Dengan air yang selalu menetes, tanah menjadi lembab dan tumbuhan bisa hidup, great technology!



Ada juga “sungai” buatan, sebenarnya cuma tanah dikeruk, trus air laut dibiarin masuk, kesannya seperti sungai, lengkap dengan kapal-kapal dagangnya. Menurut tour guide, orang-orang sini nggak suka di foto, bisa dituntut! Jadi jangan asal jeprat-jepret orang aja :-P

Yang lebih unik, Dubai penduduk aslinya cuma 15% saja dari total 2,2 juta penduduk. Lainnya pendatang, pekerja seperti TKI. Menurut tour guide, pendatang-pendatang ini, walaupun sudah berpuluh tahun kerja di Dubai tidak akan bisa menjadi warga negara sana. Tapi paling nggak banyaknya tenaga kerja asing menjadi berkah tersendiri bagi maskapai penerbangan mereka, Emirates, yang pesawatnya selalu full..kayaknya nggak pernah ada “rute kering” bagi maskapai penerbangan ini…hohoho


Bandaranya juga bagus, baru dan modern. Nantinya bandara ini khusus buat pesawat-pesawat Emirates aja, karena mereka tengah membangun bandara baru khusus pesawat-pesawat asing yang diberi nama Bandar Udara Internasional World Central Dubai (kode:JBX). Sementara Bandara International Dubai ini (DBX) terus diperluas, karena padat banget… pas balik, kita mesti berputar-putar sebelum diijinkan mendarat, dan pas mendarat juga nggak kebagian garbarata, mesti berhenti jauh ditengah dan dijemput bus…wew.

Kalau melihat lebai-lebai nya Dubai, jadi bertanya-tanya sendiri, bangunan yang begitu banyak apa ada penghuninya, apa ada yang mau beli? Katanya property di Dubai harganya salah satu tertinggi di dunia, apa lagi dengan adat arab yang masih tinggi normanya, yang ciuman aja nggak boleh, bangun kasino apalagi.. dengan suhu udara yang bisa 44derajat celcius pula, apa ada yang minat beli property disana?
Tapi paling nggak, kita bisa belanja bebas pajak disini, jadi nggak perlu repot antri minta pengembalian tax-free dibandara. Pingin jalan-jalan lagi disini, karena belum puas, tapi yang pasti bukan bulan April-Oktober karena cuaca masih panas-panasnya…

Next... lanjut ke Paris!

No comments:

Post a Comment