Jangan bernegatif thinking dulu, maksud judul diatas bukan diskriminesyong kok, cuma menggambarkan bagaimana keturunan Cina itu hebat, bisa tersebar dinegara manapun… Ceritanya, waktu jalan-jalan ke Dubai, liat restoran Cina. Di Paris, makan di restoran Cina. Di Nice, Canes, Marseille makan di restoran Cina. Di Barcelona sama Madrid, makan di restoran Cina, Bahkan dikota kecil seperti Zaragoza juga makan di restoran Cina…wew.. hebat euy… Cuma kadang secara etika, kita bisa berkerut-kerut dahi sendiri melihat cara mereka menyajikan makanan, Serba klentang-klenteng, gubrak-gubrak, jauh dari kesan anggun seperti kalau kita masuk restoran Italia. Waktu makan direstoran Cina di Nice, bahkan yang punya restoran menyajikan makanan sambil dibanting… mungkin memang begitu cara mereka dinegara asalnya sono, serba cepat.. cepat menyajikan, cepat suruh kita pergi haha… Tapi restoran Chinese yang ini memang unik. Waktu ada peserta Tour yang bilang makanannya kurang ada rasa, dengan enteng mereka menjawab : kalau nggak suka, nggak usah dimakan! Oh Mai Got! sopan sekali… Trus yang punya (suami-istri) saling ribut teriak-teriak pakai bahasa cas-cis-cus. Lebih baik kita makan cepat sebelum ada piring terbang..wakakakakak… Tapi tentunya nggak semua restoran Cina begitu, ya nggak..(sambil melirik Ant, sipemuja mata cipit..hihihi)
Jadi berfikir gimana caranya bangsa Cina dari berbagai suku bisa tersebar keseluruh penjuru dunia… Kalau dari literatur sih katanya jaman dulu orang-orang bule mencari pekerja-pekerja tambang dari Cina buat proyek-proyek mereka. Lebih kesono lagi, jaman dahulu kala banyak pelaut-pelaut Cina yang berseliweran kepenjuru dunia untuk berdagang. Kalau dikita sih yang terkenal seperti Sam-Po-Kong, yang sampai sekarang masih ada klentengnya di Semarang.
Sekarang selain masakan Cina, yang terkenal itu masakan Thai dan Jepang. Kalo bule, ya masakan Italia. Kapan ya masakan Indonesia bisa tersebar dipenjuru dunia. Paling nggak turis-turis Indonesia nggak melulu dikasih makanan Chinese, sebelum kita-kita nanti tiba-tiba jadi fasih berbahasa mandarin, haiyaaaa….
No comments:
Post a Comment