Sutralah, biarpun bandaranya kuno tapi imigrasinya cepat dan efisien. Diluar sudah malam dan suhunya 8-10 derajat celcius, bikin semriwing.. padahal ini sudah musim semi menjelang musim panas.. ngga kebayang gimana rasanya kalau jalan-jalan dimusim dingin, bisa hipotermia kaleee..
Paris memang romantis dan sexy. Lihat dari ujung ke ujung, penduduk disana selalu keliatan modis, tas Louis Vuitton dibawa kemana-mana, serasi dengan tubuh mereka yang langsing-langsing. Hampir nggak pernah liat penduduk sana yang gemuk, kecuali yang imigran kali ye.. Namun ada yang kurang sreg karena toko-toko disana buka cuma sampai jam 6 atau jam 8 malam. Kalau acara tour-nya sampai jam makan malam, kapan belanjanyaaa...kan kalo ngga belanja = mati gayaa (lebay.com), mana hari minggu toko-toko juga tutup. Hufftt..
Menara ini terbuat dari besi-besi yang disambung dengan paku-paku besi. Mulai dibangun tahun 1887, selesai 1889 dirancang oleh Gustav Eiffel, semula menara ini mau dibangun di Barcelona, tapi ditolak pemerintah setempat dan akhirnya dibangun di Paris sebagai pintu gerbang untuk pameran internasional yang akan diselenggarakan disana. Seharusnya, ijin menara ini hanya untuk 20 tahun, atau sudah harus dibongkar ditahun 1909, tapi untungnya tidak jadi, dan menara itu menjadi daya tarik bagi 80 juta turis yang berkunjung ke Paris tiap tahunnya.
Puas dari menara Eiffel, naik kapan pesiar menyusuri sungai Rhein selama sejam. Sungai Rhein ini membelah kota Paris, ditengah sungai ini ada pulau kecil, dimana ada gereja Katedral Notre Dame de Paris yang sangat terkenal itu
Tempat lain yang wajib dikunjungi adalah kediaman si Monalisa, alias Museum Louvre. Museum ini merupakan museum terbesar di dunia dengan koleksi-koleksi patung dan lukisan yang fantastik! Kalau nonton film Da Vinci Code, ceritanya dibawah piramid kaca yang terletak dihalaman museum ini tempat bersemayam si Maria Magdalena (yang ini fiksi ya, bukan beneran!)Selain yang sejarah-sejarah berdarah, ada juga hiburan-hiburan yang modern, seperti Paris Disney. Ini adalah Disney yang pertama dibuka diluar Amerika yang modalnya dari pihak Amerika ~ ceritanya, Jepang membuka Tokyo Disney duluan dengan sistem franchise tahun 1983, dan untung besar... merasa tergiur, kemudian Amerika membuka Disney Paris dengan modal sendiri tahun 1992 hasilnya : Rugi besar..
Selain wisata, Paris juga surga belanja. Pertokoan disepanjang jalan Champs-Élysées menawarkan barang-barang branded yang pastinya lebih murah dibanding kalau kita beli di Jakarta. Walau pajak Perancis tergolong besar – 19,6%, tapi buat turis bisa dapat taxfree jika belanja minimal 175 Euro (kira-kira Rp.2.500.000) tapi yang dikembalikan cuma 12% saja ya..
Transportasi di Paris lumayan oke, kamu bisa naik kereta bawah tanah (MRT) seperti di Singapur atau Hong Kong. Satu tarif seperti naik busway, jauh-dekat, beda dengan MRT singapur-hongkong yang tariff dihitung berdasarkan jarak. Tapi jangan bayangin secanggih MRT di Singapur ya, karena Metro di Paris kuno, baik stasiun maupun keretanya. Kuno dan jorok. Kita mesti benar-benar perhatiin tiap stasiun yang dilewati, soalnya nggak ada pengumuman mengenai pemberhentian stasiun seperti kalau naik MRT Singapur. Kalau lengah ya terlewatlah.. Dan yang unik, pintunya mesti dibuka manual, nggak otomatis…O Mei Got..
Well, nggak berenti-berenti kalau ngomongin Paris. Selanjutnya perjalanan dilanjutkan menuju Nice, Perancis selatan. So, let’s go to the next trip!
No comments:
Post a Comment