Friday, May 27, 2011

Susahnya menjadi Janda Chubby di Ibukota

Yap, sama seperti jendi yg kadang-kadang di cap miring, chubby like me juga kadang menghadapi hal yang sama. Memang bentuk tubuh gue membesar di perut, buncit, sama tembem dipipi, bukan bentuk tubuh yang ideal. Biar katanya banyak chubby chaser, tapi gue nggak mengalami tuh..huhu.. Lebih banyak yang bilang : itu tas pinggang nggapain dibawa kemana-mana..haha..

Temen seperti Ant bahkan mengira ukuran baju saya XL, huh enaks aza, gini-gini M masih muat tauuuk… untuk produk pakaian tertentu kadang S juga masuk. Soal ukuran ini memang nggak bisa jadi patokan karena kadang satu merk pakaian dengan pakaian lainnya standar ukuran “S” atau “M” nya nggak jelas, jadi takut kalo titip-titipan baju, soalnya nggak bisa di pass di fitting room. Kalau salah beli, mesti ngecilin lagi ditukang jahit, nambah ongkos lagi dah…
Celana syukur alhamdulillah masih bertahan di 32 untuk celana kerja dan 31 untuk celana jeans. Itu masih masuk golongan “M” buat ukuran celana.

Tapi emang untuk urusan perut gue cuma geleng-geleng aja, desperate gimana caranya kecilin perut. Diet kemarin cuma nyusutin separo aja, tetap masih njembling gak jelas gini, huhuhu..

Kembali ke laptop, kayaknya sekarang cara pandang penduduk (muda) Jakarta udah berubah. Mereka begitu terobsesi memiliki tubuh yang ideal, minimal nggak gendut. Pingin dapet pacar cewek yang ramping, pingin dapat pacar cowok yang muscle.. tinggallah yang chubby-chubby like me ini yang tersisa, berjuang untuk mendapatkan cinta di ibukota…huhuhu..

No comments:

Post a Comment