Kalau ditanya, kalau disuruh pergi dua kali, mau kenegara mana? Hmmm… Sejauh ini sih, baru pergi ke Hong Kong, Macau, Secuil Cina daratan (Shen Zhen), Bangkok-Pattaya, Kuala Lumpur, Singapura, sama Saudi Arabia (Jeddah-Mekkah-Madinah)~ itupun dapet jatah umroh dari kantor, hehe.. well, bingung milihnya, karena masing-masing negara punya kelebihan dan kekurangannya sendiri-sendiri.
Singapura dan Hong Kong mirip. Transportasinya oke, terutama kereta bawah tanahnya, walau pendatang, kita bisa menggunakan sarana transport ini dengan relatif mudah. Orang-orangnya cuek, kalau jalan-jalan pasti nggak ada yang ganggu. Lalu lintasnya juga teratur. Tapi biaya hidup disini mahal. Nggak cocok buat kantong karyawan pas-pasan seperti saya untuk tinggal lama-lama di dua negara ini. Maklum lah, semua serba impor karena keterbatasan lahan. Kalau Macau lebih nggak cocok lagi, Daerah SAR China ini standar hidupnya mungkin lebih tinggi dari Hong Kong. Tapi walaupun Macau karena sangking kecilnya wilayah ini, tidak punya subway, namun sebagian besar mall yang ada kasinonya itu menyediakan bus-bus gratisan. Kita tinggal datang ke shuttle busnya dan duduk manis diantar sampai tempat tujuan. Kalau wilayah China Shen Zhen yang dibangun buat nyaingin HK, gedung-gedungnya bagus, tapi nuansanya “beda” dengan HK, nggak tau kenapa, ngga betah aja diwilayah ini… tapi disini surga belanja barang-barang branded palsu. Kalau pingin barang yang mirip asli tapi palsu, silahkan puas-puasin belanja disini. Tipsnya, nawarnya mesti tega. Tawar aja 70% dari harga yang dibuka sipenjual.
Sebenarnya saya lebih suka ke Bangkok, diluar urusan “wisata syahwat” nya, Bangkok punya ciri khas sendiri dibandingkan tiga wilayah diatas. Wisatanya bagus, banyak objek wisata yang menarik. Cuma dua kali kesana, nggak pernah mencoba naik sky train atau subway-nya, masih takut… Masalahnya di Bangkok ini banyak sekali penipu jalanan yang berkeliaran mengincar para turis. Triknya macam-macam, mulai dari kasih makanan burung, sampai yang paling sering, bekerja sama dengan sopir tuk-tuk untuk dibawa ketempat-tempat tertentu yang penuh dengan “pesan sponsor”. Kadang mereka bilang : anda beruntung, hari ini hari Raja, sehingga naik tuk-tuk gratis… mungkin kita bakalan tertarik dengan tawaran ini tapi justru sebenarnya masuk jebakan komplotan ini. Sangking seringnya penipuan ala beginian, sampai ditulis di depan Grand Palace supaya tidak tergoda dengan rayuan sopir tuk-tuk ini.Tapi diluar urusan tipu-menipu itu, Thailand sebenarnya menarik. Makanan murah, yah nggak jauh-jauh beda dengan di Indonesia. Lalu lintasnya semerawut tapi kayaknya parahan Jakarta deh.
Kuala Lumpur kotanya oke, makanannya enak dan lumayan terjangkau, cuma kok kesannya begitu-begitu saja ya. Objek wisatanya paling diajak ke Genting. Tapi kalau buat belanja-belanja bolehlah…Kalau Arab, wew… untuk yang kantong pas-pasan nggak cocok kesini. Kalau mau belanja, semuanya made in China, sama aja boong. Udaranya kalau musim panas ya panas banget. Mau ke Mall, mesti liat jadwal sholat… soalnya tiap adzan toko-toko dan mall pasti tutup. Jadi mesti gesit juga belanjanya, jangan nawar-nawar atau ngepas baju kelamaan, dan harga susah ditawar…
So, kalau ditanya mau kemana kalau disuruh milih, pingin ke Bangkok lagi kali ya... :-P
No comments:
Post a Comment