Perjalanan selanjutnya yaitu mengunjungi daerah Ephesus. Ada beberapa tempat peninggalan kuno disini, dan semuanya sudah tingal reruntuhan saja, kecuali rumah Bunda Maria yang sudah direstorasi ulang.
Perhentian pertama ke Ephesus, disini ada bekas kompleks kota tua Ephesus. Ada ukiran dewi Nike, tau dong merk sepatu itu mengambil nama dari dewi kemenangan ini.. lalu ada pilar herkules, bekas toilet khas jaman romawi yang berderet gitu tanpa sekat (heran ya bagaimana mereka bisa saling ngobrol sambil pup) Katanya sih, karena terbuat dari marmer yang dingin, kadang kalau mau pup, para majikan ini menyuruh budak untuk mendudukinya dulu sampai menjadi hangat, barulah mereka pakai. Didepannya ada tempat pemandian umum ala romawi, yang sampai sekarang masih lestari di Turki. Kalau kalian pernah dengar Turkish bath, alias mandi ala Turki, ya begitu deh sama aja dengan pemandian ala Romawi ini, cuma ada bak besar dan mandi rame-rame disitu, sambil badan digosok-gosok sama kain kasar sampai licin.
Ada beberapa kuil pemujaan di Ephesus ini, antara lain Kuil Artemis, yang merupakan salah satu keajaiban jaman kuno. Kemudian air mancur Pollio. Dinamakan demikian karena untuk menghormati Pollio yang sudah berhasil membangun pemipaan air ke kota Ephesus. Dan nggak ketinggalan yang harus ada disetiap kota besar jaman kuno apalagi kalau bukan theater. Disini ada Ephesus Theater yang mampu menampung sampai 44.000 orang penonton.
Objek wisata lainnya disekitar Ephesus ini adalah Basilika St.John atau kalau di Indonesiakan menjadi Santo Yohanes. Beliau adalah salah satu dari keduabelas murid dan rasul Yesus. Bangunan yang tinggal reruntuhan ini dibangun pada masa Kaisar Justinian I pada abad ke 6 masehi. Dipercaya bahwa Yohanes datang dari Yerusalem untuk menyebarkan agama Kristiani sampai wafatnya di kota ini. Ada bekas kuburan dan nisannya disini. Ada cerita bahwa St.John sebenarnya hanya tertidur dikuburnya, dan saat dia bernafas, debu-debu diatas nisannya akan terbang, karena itu dia dianggap suci.
Dan yang ngga boleh dilewatkan adalah Rumah Bunda Maria, Ibunda Yesus. Omaigah, ada di Turki jugak? Tapi masuk akal sih kalau menurut saya, karena penyebaran kristiani dari Jerusalem pastinya melewati Turki sebelum masuk ke Eropa kan? Lokasinya ada di gunung bul-bul (Nightingale). Disebut rumah Maria, karena suatu ketika seorang biarawati katolik roma bernama Catherine Emmerich pernah mendapat mimpi atau penglihatan mengenai rumah ini. Padahal beliau belum pernah ke Turki sebelumnya. Setelah meninggal tahun 1824, jurnalnya diterbitkan sebagai buku. Baru kemudian rumah ini dicari dan kemudian dibangun kembali. Pihak Vatikan sendiri tidak pernah mengakui secara resmi karena kurangnya bukti pendukung, namun juga tidak pernah melarang orang-orang berziarah kesana. Pada tahun 1896, Paus Leo XIII pernah berziarah kesana, dan pada tahun 2004, Si suster Catherine dibeatifikasi oleh Paus Yohanes Paulus II.
Anyway, rumah Maria ini kecil sekali, dan tidak boleh berfoto didalamnya. Begitu keluar, ada tembok tempat kita menggantungkan doa atau permohonan yang diuntai dengan tali. Bagi yang percaya silahkan tulis doa disecarik kertas dan digantung disitu, semoga dikabulkan..
No comments:
Post a Comment