Wednesday, December 12, 2012

Lost in Istanbul ( again )

Setelah menyusuri Turki Tengah akhirnya kembalilah kita ke Istanbul. Jalan tol di Turki kayaknya lagi gencar-gencarnya dilapisi ulang, beberapa kali terpaksa bus harus keluar jalur. Perjalanannya panjang bangeud, melewati Ankara dan Bolu. Memasuki Istanbul, kemacetannya luar biasa, mungkin 20km sebelum masuk kota udah macet, tapi setelah menyeberangi jembatan selat Bosporus kemacetan udah mereda. Makan malam jam 8, sampai hotel jam 9. Semalam saya dan teman satu kamar udah sibuk buka-buka map Istanbul, cari mall terdekat dengan hotel, dan dapatlah mall historia. Jadi dengan waktu yang sangat mepet kami berempat lari-lari mengejar trem. Untuk naik trem, biayanya 3 Lira, mahal ya, kira-kira 17.000 rupiah. Jauh dekat sama. Beda dari angkutan umum dikota lainnya yang pakai sistem tiket atau karcis, disini kita harus memakai logaman semacam kalau mau main ding-dong. Tremnya nggak menunggu lama seperti nunggu busway yang bikin desperate itu.




Mall Historia sebenarnya nggak besar-besar amat. Tapi lumayanlah isinya ada Mango dan Zara. Masuk mall ini rasanya seperti masuk bandara karena tas bawaan mesti lewat mesin X-Ray segala, oh mai guoottt.. Karena tinggal 15 menit lagi tutup ya saya asal ambil aja, yang penting ambil, nyesel belakangan xixixi… Biarpun katanya Zara ada di Jakarta juga ada, tapi beberapa item memang nggak ada disini. Jadi yaaaa..kapan lagi?

Keesokan harinya kita dilepas di Grand Bazaar yang terkenal itu. Kalau liat James Bond “Skyfall”, ya dia kejar-kejaran naik sepeda motor diatas Grand Bazaar itu. Dibangun pada masa kekaisaran Ottoman tahun 1455, kesan klasik tapi indahnya luar biasa. Dipintu gerbang masih ada tulisan-tulisan turki dengan aksara arabnya. Didalamnya banyak lorong-lorong, hati-hati kesasar. Isinya mungkin mirip dengan Passar Baroe di Jakarta kali ya, berderet toko dikanan – kiri. Yang jelas harus jadi raja tega kalau nawar, karena mungkin harga bisa dipotong sampai 60% atau mungkin lebih! Triknya sama aja seperti disini sih, pura-pura pergi kalau nggak dikasih. Biasanya nanti kita dipanggil lagi. Buat yang suka beli oleh-oleh boleh borong disini. Kalau kehabisan Lira, ada beberapa money changer disini dengan harga sangat bagus.. tapi biasanya pedagang juga menerima mata uang euro atau dollar sih, dan mereka mengkonversinya dengan cukup fair.



Wisata yang terakhir apalagi kalau bukan menaiki Bosporus Cruise. Bosphorus sendiri adalah selat yang memisahkan Eropa dan Asia, memisahkan Istanbul Eropa dan Istanbul Asia pula. Panjangnya sekitar 31 km, menghubungkan laut hitam dan laut marmara.
Udaranya sangat dingin walau cuaca terik. Kita bisa lihat-lihat banyak bangunan bersejaran dikanan-kirinya, seperti Dolmabache Mosque dan Istana Dolmabache. Ada dua jembatan yang melintasi selat ini, dibangun ala-ala Golden Gate di San Fransisco. Yang pertama adalah Boshporus Bridge. Selesai dibangun pada tahun 1973, Jembatan ini menjadi jembatan gantung (suspension bridge) terbesar ke-4 didunia. Jembatan lainnya adalah jembatan Fatih Sultan Mehmet yang pembangunannya selesai tahun 1988. Kalau malam sekarang dipasang lampu warna-warni yang membuat kedua jembatan ini terlihat indah.


Dan berakhir deh perjalanan di Turki ini, sebenarnya belum puas keliling-keliling Istanbul. Udah banyak rencana tapi nggak bisa terlaksana karena waktu terbatas. Kepingin balik kesini suatu hari nanti, semoga saja, Eymennn… 


No comments:

Post a Comment