Wednesday, December 12, 2012

Lost in Pamukkale, Konya and Kapadokya

Pamukalle secara harfiah berarti benteng kapas, merupakan kolam-kolam buatan alam yang kaya mineral, yang pada jaman romawi kuno dijadikan tempat pemandian air yang populer, sehingga didirikan kota Hierapolis diatasnya. Dipercaya penyakit-penyakit kulit akan hilang kalau berendam disini. Hati-hati kalau melangkah karena lumut disana-sini. Ada patrol yang meniup peluit kencang-kencang kalau ada turis yang turun terlalu jauh. Jadi saya cuma merendam kaki saja sambil melihat sunset, berasa gimanaaa gitu. Romantis..huhu

Perjalanan selanjutnya adalah menuju kota Konya. Kalau mendengar kata Konya, yang terbayang pasti penari-penari pria Turki yang memakai rok trus nari berputar-putar sampai pusing.. Konya merupakan salah satu dari 81 provinsi di Turki. Terletak dibagian Turki selatan dengan suhu yang bisa mencapai 0 derajat dikala musim gugur dan dingin. Brrr..

Objek wisata yang terkenal di Konya ini adalah kuburan, iya, kuburan bekas tokoh sufi ternama, Jalaludin Muhammad Rumi yang lembih dikenal dengan Mevlana atau Rumi. Museum Mevlana ini sebenarnya museolium tempat makam tokoh sufi ini beserta keluarganya. Sementara bekas madrasah yang mengelilinginya sekarang menjadi museum. Didalam Mevlana museum ini terdapat juga helaian janggut Nabi Muhammad dalam boks kaca dan ada bolongan kecil dikaca itu, kalau dicium wangi sih, tapi katanya itu karena kayu yang dipakai kayu yang mengeluarkan bau wangi. Koleksi lainnya adalah puisi-puisi Rumi, bekas baju, Al-Quran kuno yang besar banget, sampai tasbih yang maniknya gede-gede banget. Museum Mevlana ini juga dikenal dengan sebutan Green Mausoleum karna ada dalah satu menaranya berwarna hijau.

Jalaludin Muhammad Rumi sendiri sebenarnya seorang Sufi yang berasal dari Persia. Yang terkenal adalah kumpulan puisinya Al Matsnawi Al Maknawi. Beliau meninggal disini tahun 1273. Makamnya juga besar-besar banget. Banyak peziarah yang memanjatkan doa disini, jadi ingat kira-kira sama dengan makam wali kali ya? Untuk masuk kedalam kompleks makam ini tidak perlu melepaskan alas kaki, tapi sepatu wajib dilapisi dengan plastik.

Masih di Konya, sempat mengunjungi Sultanhani Caravanseray. Caravanseray itu bisa dijelaskan sebagai tempat bermalam bagi para pengelana jaman dahulu. Bangunan ini dibangun tahun 1299 yang dimaksudkan sebagai tempat persinggahan para pedagang dari Persia ke Konya.



Selepas dari Konya, tujuan selanjutnya Cappadocia alias Kapadokya. Disini ada banyak obyek wisata misalnya kota bawah tanah Kaymakli. Konon mereka membangun kota bawah tanah ini pada masa awal penyebaran Kristen. Karena dahulu Turki adalah bagian dari Romawi yang memuja dewa-dewa, maka Kristen dilarang. Untuk amannya mereka membangun kota ini. Jadi didalamnya lengkap ada bekas gereja, ruang wine, dapur, dan sebagainya. Mirip dengan lubang tikus tentara vietkong di Vietnam, jalannya sempit-sempit, bahkan dibanyak tempat kita harus nunduk sambil jalan. Jadi untuk ibu hamil, atau penderita sakit tulang belakang, atau penderita phobia diruang sempit, tidak dianjurkan masuk.

Lainnya ada Museum terbuka Goreme. Itu seperti bukit-bukit yang dibuat jadi rumah-rumah kuno. Bentuk alamnya yang unik dan indah, bagus kalau kalian lihat dari udara, kalau ada uang lebih tentunya, karena untuk naik balon udara ini mesti membayar USD220 per-orang, fiuhhh… Tapi kalau takut ketinggian, mengunjungi Goreme via darat juga sama menariknya. Sayang karena saya datangnya saat musim gugur menjelang musim dingin, daerah ini sangat berkabut, jadi kurang maksimal buat poto-poto huhuhu..

Kota Kapadokya sebenarnya nggak besar-besar amat. Ada mall disitu, tapi kebanyakan menjual brand lokal. Yang terkenal disini LC Waikiki, koleksi pakaian dinginnya keren-keren dengan harga sangat bersahabat. Bahkan sekilas mirip keluaran model ternama dari Eropa ituuu.. Kalau dari hotel saya kemarin, Dedeman Hotel, ongkosnya kira-kira 20 lira kalau pakai taxi. Pulangnya lebih gokil lagi kita sewa taxi nego jadi 15 Lira saja. Taxinya sudah butut, dipaksa masuk 6 orang lagi, dan udah gitu sopirnya geblek pula ngebut pol, nerobos lampu merah, thanks God kita masih selamat.. hadeh.. *baca zikir*

No comments:

Post a Comment