Monday, July 16, 2012

Demi Pengakuan?

Minggu lalu ada kejadian heboh di kantor. Seorang teman kantor yang terkenal royal ternyata melakukan penggelapan uang kas. How come?

Kadang kita tidak menduga hal semacam ini terjadi. Seorang yang sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari *ceilah* berbuat sesuatu yang tidak diduga sebelumnya. Alasannya sedikit tidak masuk akal, karena salah satu keluarganya tersandung masalah narkoba? tapi yang kita lihat sehari-hari kerjanya nge-mol terus dan of course, makan yang enak-enak hampir tiap hari. Kontradiktif sekali dengan pengakuannya yang serba menghiba-hiba itu.

Kadang kita sebagai manusia, butuh pengakuan. Diakui sebagai orang kaya, diakui sebagai orang cantik / ganteng, diakui sebagai orang dengan intelektual tinggi (jadi inget boss gue yang baru-baru ini resign), de-el-el, sampai kita lupa sebenarnya untuk semuanya itu kita telah melewati batas kemampuan. Keinginan untuk diakui sebagai orang yang "wah" kadang memabukkan. Kadang mungkin bagi yang punya akses ke keuangan seperti teman kantor saya ini, godaannya begitu besar. Niatnya mungkin pinjam dulu, nanti diganti. Namun akhirnya keterusan, gali lubang tutup lubang, sehingga suatu saat ketahuan, dan sewaktu dilakukan cash opname jumlah selisih uangnya ternyata fantastis!

Sebenarnya bukan hanya resiko kehilangan pekerjaan, tapi juga rasa malu setelahnya, termasuk mencoreng nama keluarga. Untunglah tidak sampai dibawa ke polisi, karena mungkin kasusnya nggak seheboh Malinda Dee yang membobol dana nasabah citibank sampai triliyunan rupiah kali ya :-/

Saya beruntung dilahirkan dikeluarga yang sederhana, sudah biasa makan tempe goreng atau sayur lodeh. Sehingga saya tidak akan merasa panas dingin jika hanya ada tempe untuk dimakan. Saya tidak perlu pengakuan orang sehingga harus dugem tiap malam minggu di klub malam, atau bergaul dengan kaum sosialite karena memang saya tidak punya kemampuan apa-apa untuk berbaur dengan mereka. Saya adalah saya. Kadang mungkin kesepian, tapi I could find a way to solve it 

1 comment: