Monday, July 2, 2012

Lost in Vatican (Part Two)

Well seperti yang sudah direncanakan kemarin, hari ini tujuannya adalah ke Museum Vatikan. Jalan masuknya adalah dari samping di utara. Ngantrinya juga udah sepeti uler. Sepanjang antrian itu, ada beberapa ‘tour guide’ dadakan yang menawarkan jasa guide dengan iming-iming bias bebas dari antrian, langsung masuk ke pintu gerbang. Tapi males ah. Kalau tour guide ginian, paling cuma nemenin 30 menit doing trus kita ditinggal. Males kan, akhirnya kita terus aja ngantri masuk.

Orang sabar disayang Tuhan. Akhirnya berhasil mencapai pintu gerbang masuk museum Vatikan. Nggak seperti Museum di Indonesia yang tiket masuknya dilego cuma seceng alias 5.000 rupiah, disini masuk museum lumayan mahal. 15 Euro atau hamper 200.000 rupiah. Wow..

Tapi worth it lah, melihat koleksi-koleksi museum ini yang luar biasa. Udah bawa buku Top 10 Roma dari Jakarta, udah tau mana yang mau diliat, dan tentu saja yang paling pingin dimasuki, Kapel Sistine, yaitu kapel dimana tempat pemilihan Paus (sidang konklaf) dilaksanakan jika Paus terdahulu mangkat, dengan lukisan spektakuler karya Michael Angelo yang sangat terkenal di dinding dan langit-langitnya.

Singkat kata, mulailah masuk kedalam, kita akan menemukan museum vatikan ini terdiri dari bagian-bagian, misalnya ada bagian Mesir kuno, disini dipamerkan peti mumi lengkap dengan isinya, kertas-kertas papyrus dan pecahan-pecahan tembikar. Disebelahnya ada bagian patung-patung sejak jaman Romawi kuno. Patung-patung Kaisar yang terbuat dari marmer atau logam.
Ada juga Belvedere Torso yang terkenal itu. Patungnya tinggal bagian dada – paha saja, yang lainnya hilang. Patung ini dipercaya sebagai patung tubuh Herkules.

Selanjutnya ada patung Apollo Belvedere dan patung Laocoon dan anaknya. Laocoon ini dalam mitos adalah seorang pendeta di kota Troya. Dia memperingatkan bahwa kuda troya itu sebenarnya adalah tipuan, akibatnya dia di gigit ular laut yang dikirim oleh Poisedon, si dewa laut.
Lebih kedalam, kita akan melalui lorong yang berisi peta-peta jadul (Gallery of Maps) dimana dipamerkan peta-peta Italia dan Eropa jaman dahulu. Ada juga lukisan-lukisan sebesar gaban yang tadinya saya pikir itu karpet.

Dan taraaaaa… akhirnya ketemu juga apa yang dicari-cari, Kapel Sistine! Kapel ini merupakan hasil renovasi tahun 1477, dimana Michael Angelo diminta untuk melukis langit-langitnya yang pekerjaannya dimulai tahun 1508 dan selesai tahun 1512, dengan lukisannya “The Creation of Adam” yang menceritakan tentang mulainya diciptakan Adam dan Hawa sampai akhirnya tergoda untuk mengambil buah apel yang terlarang, sehingga mereka diusir dari surga. Pada tahun 1535-1541, Michael Angelo kembali melukis untuk temboknya dengan lukisan “The Last Judgement” yang terkenal itu. Didalam Kapel Sistine ini, kita dilarang sama sekali untuk berfoto ataupun berisik, karena ada petugas yang lalu lalang yang mengawasi.

Sehabis dari sana, istirahat dulu di kantin museum. Lapar bo’. Selanjutnya ke gedung sebelahnya, masih museum juga, dengan benda-benda yang berbau kristiani protestan dari berbagai penjuru dunia. Di bagian atasnya ada museum uang koin dan perangko. Diatasnya lagi ada toko souvenir dan kantor pos. Yang lucu, banyak turis yang membeli dan mengirimkan kartu pos dari sini. Kayaknya udah kebiasaan bule untuk mengirimkan kartu pos dari tempat wisata yang mereka kunjungi. Saya mencoba untuk mengirimkn selembar kartu pos ke Indonesia, perangkonya juga cuma 1,5 Euro. Murah kan, sampainya sekitar 2-3 minggu hehe…

Museum ditutup sekitar jam 5 sore. Walaupun cuaca masih terang, namun nggak banyak toko yang buka, jadi mau nggak mau menghabiskan waktu dengan duduk-duduk ditaman menikmati sore yang indah, di Roma 

No comments:

Post a Comment