Friday, July 6, 2012

Lost in Venice

Perjalanan ke Venice dari Pisa lumayan lama, kira-kira 3 jam. Tapi itu juga didukung dengan jalanan tol yang super mulus. Kalau nggak pasti udah berjam-jam perjalanan kesana. Pemandangan sepanjang jalan indah banget, dengan hamparan ilalang berbunga kuning atau lembah-lembah hijau. C’est fantastique!

Kota Venesia sendiri sebenarnya terbagi dua, didaratan dan di pulau. Yang terkenal pasti wilayah Venesia yang ada dipulaunya dong ya.. mungkin banyak dari kita yang doyan bola Liga Italia udah ngga asing dengan kota Verona, Vicenza dan Padova, yup.. itu merupakan beberapa dari “kabupaten-kabupaten” dari provinsi Venesia ini.

Dahulu sebelum bergabung dengan Italia tahun 1797, Venesia merupakan negara sendiri dan memiliki bahasa sendiri pula yang berbeda dengan bahasa Italia saat ini. Venesia menurut sejarah didirikan tahun 421. Diperkirakan asal muasal penduduk aslinya dari para pengungsi daerah-daerah sekitarnya yang melarikan diri dari invasi bangsa Hun dan Germanic. Untuk alasan perdagangan dan keamanan, kota tua didirikan di sebuah langoon dengan 118 pulau-pulau kecil yang membentuk kota Venesia tua dengan kanal-kanalnya yang terkenal. Wilayah Venesia dulu rutin kena banjir akibat badai atau air pasang. Banjir paling parah terjadi pada tahun 1966, kemudian terjadi juga banjir besar tahun 1979, 1986 dan 2008.
Begitu mengganggunya banjir ini, hingga pada 31 Januari 2008 digelontorkan dana 400 juta Euro untuk proyek pembangunan semacam bendungan penghalang banjir. Rencananya, proyek yang bernama MOSE (MOdulo Sperimentale Elettromeccanico, atau Eksperimen Elektromekanikal Modul) ini akan memasang suatu bendungan bawah air, yang apabila air bah datang, suatu penghalang besar terbuat dari metal akan muncul dari laut yang berfungsi menghalangi air masuk. Semacam dam di Belanda, cuma bedanya demi mempertahankan keindahan dan aestethic (ceilah, aestethic..jadi ingat dokter kecantikan :-/), dam ini disembunyikan didalam air jika tidak diperlukan… demikian yang pernah saya lihat di tayangan National Geographic Channel :-P

Menyeberang ke pulau-pulau itu, kita dapat menaiki semacam speedboat yang muat kira-kira 70 orang. Cuma sekitar 15 menitan kita sudah bisa sampai di pulau utama, disini ada alun-alun (Piazza) Santo Marco, dengan gereja Santo Marco disalah satu sisinya, dan pusat perbelanjaan di sisi-sisi lainnya. Didepan gereja ada menara gereja dengan ujungnya berbentuk segitiga berwarna hijau yang terkenal, dan ada patung singa bersayap yang menjadi lambang kota dan bendera Vatikan. Diseputaran alun-alun ini merupakan surga belanja buat yang doyan dengan barang-barang branded. Ada Louis Vuitton, Hermes, de-el-el. Ada juga Hard Rock Café, buat yang gemar mengkoleksi kaos-kaos dan pin-nya, letaknya agak nyempil tapi kerumunannya luar biasa crowded :-/

Yang buat ketar-ketir apalagi kalau bukan harus bayar 150 Euro (hampir 2 juta) untuk bisa naik gondola menyusuri kanal-kanal selama 30 menit! Dilema..uang udah cekak, tapi dilewatkan juga sayang karena (mungkin) ini pengalaman sekali seumur hidup naik gondola langsung di Venesia (bukan di Venetian-Macau) huhu… Untungnya satu gondola ini bisa dinaiki maksimal 6 orang, jadi bisa dibagi rata satu orang patungan 25 Euro. Yah lumayanlah bayar 300.000 perak

Banyak yang bilang Venesia air lautnya bau, saya sih nggak mencium bau.. cuma memang ada ganggang laut dibeberapa tempat yang tidak dibersihkan yang mengakibatkan pemandangan agak sedikit terganggu.

Anyway, naik gondola ngga ada ruginya. Harus malah. Ada beberapa tempat untuk naik gondola ini, dan kemarin saya naik dari Danielli, letaknya tepat didepan Hotel Danieli. Hotel ini jadi terkenal karena ceritanya di film “The Tourist” Angelina Jolie dan Jhonny Deep nginap disini (entah bener atau tidak shootingnya bener-bener di hotel ini atau pakai setting tempat lain). Arsitektur disepanjang kanal ini sungguh indah dan romantis. Cocok buat kalian yang mau bulan madu, hehehe..


No comments:

Post a Comment