Thursday, July 19, 2012

Kisah Tragis si Narsis

Alkisah, dahulu kala di Yunani ada seorang dewa sungai bernama Cephissus dan peri Liriope yang menikah dan dikaruniai seorang anak pria tampan yang diberi nama Narcissus (Narkissos dalam bahasa Yunani). Suatu ketika si ibu membawa anaknya ini ke seorang peramal di kota Thebes yang sangat terkenal yang bernama Tiresias, yang konon ramalannya selalu jitu dan terbukti kebenarannya. Si Ibu bertanya : apakah anak saya dapat berumur panjang? Dan si peramal menjawab : Bisa, dengan syarat dia tidak pernah melihat dirinya sendiri. Selepas itu, Ibu Narsissus membuang semua cermin dan logam2 yang memungkinkan Narssisus untuk bisa berkaca.

Dan tahun berganti tahun, musim berganti musim, Mode berganti Mode... si Narssisus tumbuh menjadi pemuda yang tampan lagi gagah, diincar para wanita, disukai para janda, (Iya kali) Begitu gantengnya sampai ada seorang peri yang jatuh cintrong berat sama si Narssisus. Peri ini bernama Echo. Echo ini sangat suka berbicara, sangking gengges-nya sehingga mendapat kutukan dari Dewi Juno (istri Dewa Jupiter) supaya si Echo ini gak bisa ngomong, kecuali cuma bisa meniru ucapan terakhir dari apa yang didengarnya.


Karena selalu dibilang ganteng, Narssisus jadi sombong. Tidak ada yang dibalas cintanya oleh Narssisus ini termasuk cinta si Echo (belum liat kali ya si Echo ini kalo jari kelingking Narssisus ini ngetril.. Yuk Mari). Padahal si Echo ini udah menjadi stalker sejati, kemana Narssisus pergi dikuntit. Suatu ketika Echo mengikuti Narssisus melewati hutan. Waktu si Narsissus bertanya “siapa?” si Echo cuma bisa menjawab “siapa?” Waktu Narssisus bilang “kemarilah” si Echo cuma bisa menjawab “kemarilah”

Dan sewaktu Echo mendekat, Narsissus marah dan menyuruhnya pergi. Echo Patah hati, merana dan akhirnya meninggal (drama banget sik). Kemudian tubuhnya berubah menjadi batu gunung tapi suaranya tetap masih menjadi gema. Jadi tau dong ya asalnya Echo(gema) itu dari mana…

Sangking marahnya, sebelum Echo tewas, dia mengeluarkan kutukan…. JEDERRR.. dan halilintar menyambar-nyambar (okeh, ini lebay) Kutukannya, engkau milikku atau tidak sama sekali..(zoom in – zoom out), mengutuknya agar ia merasakan perasaan cinta yang dalam namun tidak mendapatkan balasan. Dan dewa pun mengabulkannya, menciptakan sesuatu yang akan dicintainya. Sesuatu yang tidak nyata dan tidak akan pernah membalas rasa cintanya.

Dan suatu ketika si Narssisus melewati hutan entah kenapa matanya tertuju ke aliran sungai Styx. Disitu kagetlah dia melihat seorang rupawan banget dan sekejap jatuh cintalah dia pada pandangan pertama (background lagu RAN) begitulah tiap hari kerjanya cuma melihat bayangannya sendiri disungai itu sampai akhirnya karena arus sungai menjadi deras, bayangan wajahnyapun hilang.. Narsissus pun menjadi merana karena merasa cintanya ditolak oleh bayangannya itu. Akhirnya dia meninggal ditepi sungai dan dewa-dewa yang kasihan mengubah mayatnya menjadi bunga Narcissus.

Nah begitulah sekelumit cerita asal muasal seorang Narsis. Dijaman modern ini narsis lebih ditujukan buat orang yang suka memuji diri sendiri secara berlebihan, baik secara fisik, harta atau intelektual. Merasa paling pinter or paling gateng sejagat. Padahal bukan kitalah yang menilai dirikita sendiri melainkan orang lain, bener gak sik? Ambil contoh, kalau kita merasa ganteng, tapi orang lain bilang kamu jelek, ya berarti ada yang salah dengan retina mata kamu kan ya? Menurut saya narsis sudah menjadi semacam candu memabukkan yang membuat orang menjadi suka merendahkan orang lain karena merasa dirinya lebih diatas yang lain. Tapi percaya deh, penampilan, kekayaan dan kepintaran itu sih penting, tapi kalau kamu sedikit lebih down-to-earth, walaupun muka pas-pasan, bakalan lebih menarik, bener gak sik? (` 3 `)

No comments:

Post a Comment