Thursday, July 26, 2012

Past and Present

Bulan Ramadhan datang lagi, bulan yang menurut umat Islam sebagai bulan penuh berkah. Jadi ingat 4 tahun lalu, saat terakhir kali menjalani bulan puasa dengan Ibu. Ibu saya mendapat serangan stroke setelah lebaran, tepatnya setelah pulang dari menjenguk saudaranya dan nyekar di makam kakek di Rembang. Ibu koma dari November 2008 dan akhirnya meninggal bulan Februari ditahun berikutnya. Yang buat sedih, karena waktu itu saya tidak ada sewaktu beliau meninggal dan itu bikin sedih jadi berlipat ganda.Miss u Mom :-(

Menolak untuk “campur” dengan rumah tangga kakak dan ipar, tujuh bulan kemudian saya memutuskan untuk kost, didaerah Pramuka. Walau rumah sebenarnya cukup luas tapi sepertinya sudah saatnya saya hidup mandiri juga kan. Dua tahun kost akhirnya memutuskan untuk pindah ke rusunami. Agak konyol juga karena tahun 2008 sebenarnya saya sudah DP untuk sebuah rusunami di daerah Buaran Jakarta Timur, tapi karena proyek itu mandeg setelah lengsernya Jusuf Kalla dari posisi wapres, jadinya saya mencari-cari rusunami lain. Akhirnya dapat di daerah Jakarta Timur juga, tapi tidak sejauh daerah Buaran, paling nggak dilalui buswaylah walau untuk ke haltenya nggak deket-deket juga.

Pindah ke rusunami segera setelah lebaran tahun 2011, waktu itu bahkan interiornya belum jadi. Sempat ngomel-ngomel sama design interior yang muluk-muluk janji 2 bulan selesai, ngga taunya sampai 4 bulan baru jadi (kurang sabar & baik apa cobak gue). Bosen bertahun-tahun pakai warna biru, akhirnya beralih ke warna hijau. Jadilah tembok saya cat hijau. Bukan hijau tua sih, tapi hijau-hijau muda gitu, karena menurut psikolog, warna hijau muda yang cerah mengandung banyak kuning akan berkesan ringan, segar dan menyenangkan. Kalau sumpek dari tempat kerja atau habis berjibaku dengan kemacetan lalu-lintas, kayaknya perlu ketenangan waktu sampai di rumah. Dan warna hijau ini kayaknya cukup tepat untuk mewakili kesan “tenang” itu :-)

Dan disinilah saya, sekarang. Banyak yang bilang kenapa rusunami? Well, karena kalau punya uang pasti sudah beli apartemen beneran. Kenapa apartemen? Karena menurut saya penghuni apartemen itu lebih cuek, dan karena bangunannya relatif masih didalam kota, sehingga mobilitas tiap hari juga nggak se-riweh teman-teman yang stay di Bekasi-Depok-Bogor-Tangerang. Kenapa pilih yang agak jauh dari pusat kota? Well, pertama, untuk menekan cost, rusunami jarang dibangun dipusat kota. Jadi nggak heran posisinya nyempil-nyempil. Kemudian karena disini ga begitu jauh dari terminal bus, jadi semua rute kendaraan umum pasti ada. Lalu nggak jauh juga dari rumah kakak + ipar tercinta, cukup sekali naik subway (ngayal), ngga jauh juga kalau mau nyekar ke makam ibu-bapak. Mau ke mall juga nggak jauh, cuma sekali naik Metro sampai ke Kelapa Gading Mall, Mall of Indonesia, Mall Artha Gading atau kalau urusan komputer rusak juga dekat dengan Cempaka Mas. Sudah cukup lengkap menurut saya. J’aime ma maison ( ` 3 `)

No comments:

Post a Comment