Monday, July 9, 2012

Lost in Frankfurt

Setelah melewatkan kota Lucerne nan indah dan cantik dan sunyi dengan bau kotoran kebo yang memikat (halah) sekarang saya dan rombongan bergerak memasuki wilayah Jerman. Ja, Ja.. Ich gehe auf Deutschland, baby!!!

Sebelum benar-benar meninggalkan Swiss kita masih sempat melihat Reinfall, yaitu air-terjun-yang-katanya-terbesar- di Eropa-tapi-cuma-begitu-doang. Sungai Rhein ini nantinya akan masuk ke wilayah Jerman dan bermuara di Belanda.
Memasuki perbatasan Jerman, seluruh belanjaan kita yang dibeli di Swiss harus di cap dibea cukai perbatasan, ini dikarenakan Swiss belum masuk Uni Eropa, jadi punya kebijakan pabean sendiri. Kadangkala barang yang kita beli disuruh tunjukkan, untuk memastikan barang itu benar-benar keluar dari negaranya, barulah stempel tax free-nya dikasih.

Perhentian pertama kita di Jerman adalah hutan Black Forrest. Ada danau cantik disini plus hutan pinus yang kalau dari jauh keliatan kehitam-hitaman seperti black forrest, udah, titik, gitu doang. Disekitarnya ada toko-toko souvenir dan jam yang kalau mau beli langsung dikurangi tax 15% dengan menunjukkan passport.

Selanjutnya perjalanan dilanjutkan ke kota Frankfurt. Frankfurt adalah kota nomor 5 terbesar di Jerman. Kita didrop dikawasan Romerberg, yang merupakan kawasan bersejarah, karena pada waktu Perang Dunia II, daerah ini habis dibombardir pasukan sekutu hingga benar-benar lenyap. Pada tahun 1981 – 1984 dilakukan rekonstruksi terhadap 6 rumah disitu yang menjadi ciri khas daerah ini.

No comments:

Post a Comment